Fly to Rinjani | Mataram Lombok

Posted by admin on Thursday, June 20, 2013

In addition to enjoying the exotic beaches and wealth under the sea, on the island of Lombok you can also climb the second highest volcano in Indonesia, Rinjani. If you want to get there from Bali can take a boat or fly directly to Mataram, check the price of the cheapest ticket there.



Mount Rinjani is the second highest mountain in Indonesia, and indeed Rinjani has its own charm. Very interesting for those who likes adventure and enjoy the warm tropical climate and seeking pleasure. Although the price is not a problem for most of tourists because they want to have a good trip and equal to spending money intentionally, but with the cost savings means you can use the savings for a snack later on the Lombok island. There are many interesting items care to be given to friend or family relatives later as souvenirs. Souvenirs can be given directly or sent via courier services like fedex. Happy traveling o travelers
More aboutFly to Rinjani | Mataram Lombok

Workshop Kepenulisan

Posted by devilito on Sunday, September 23, 2012

Melepaskan agenda BIMTES, KAMMI Komisariat STAIN banting setir, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada hari Sabtu, 15 September 2012, menjadi awal aksi riil yang cukup inovatif dan kreatif (berbeda dengan yang diadakan organisasi lain) KAMMI komisariat STAIN Purwokerto di tahun ajaran ini, menyambut mahasiswa baru (waru) dengan kegiatan "Workshop Kepenulisan", di mana di dalam acara tersebut kawan-kawan mahasiswa baru mendapat perolehan pengetahuan tentang seluk-beluk yang berhubungan dengan dunia tulis-menulis.
Harapannya nanti kawan-kawan mahasiswa baru tersebut akan memperoleh pengetahuan yang menunjang ketika mereka telah benar - benar berhadapan dengan dunia kampus yang sebenarnya dengan seabreg tugas-tugas yang kebanyakan memang berupa tulisan.

Telah direncanakan, acara sebenarnya dimulai pada pukul 07.30 (dan itu juga hanya untuk registrasi), namun sekitar pukul 07.00 ternyata sudah banyak peserta yang menunggu. Hal tersebut cukup kiranya untuk membuktikan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini sebelum dikuatkan dengan bukti lain: sekitar 264 peserta yang hadir.

Sebagai narasumber pertama kegiatan workshop Kepenulisan ini adalah Bapak Muskinul Fuad, M. Ag, dan pemateri kedua adalah Bapak Edy Santoso, M. Si. Keduanya tentu tidak diragukan kapasitas keilmuannya di bidang menulis. Yang satunya (Pak Fuad) adalah dosen tetap fakultas Dakwah Stain, semdentara yang lainnya (Pak Edy) adalah dosen luar biasa yang mngajar di Faklutas Dakwah STAIN selain sebagai redaktur pelaksana majalah Tarbawi.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa ta 'ala, acara bisa selsai tanpa perlu mengulur waktu. Semoga acara KAMMI tersebut bisa membawa manfaat nyata untuk semua. Aamiin.
More aboutWorkshop Kepenulisan

Tabel Check List Akreditasi, Untuk Kenyamanan dan Ketelitian Persiapan

Posted by devilito on Thursday, August 2, 2012

Dengan Check List Kelengkapan maka persiapan yang kita laksanakan itu menjadi lebih matang dan tenang. Karena Dokumen yang dibutuhkan sudah jelas dan terschedule sehingga meminimalisir kesalahan.

 

S1

FALSAFAH DAN TUJUAN

Dokumen

Observasi

Wawancara

  P1      
1 Dokumen tentang Visi dan Misi      
2 Kerangka Acuan Program      
3 Ketetapan tentang kebijakan      
4 Evaluasi dan laporan pelaksanaan program      
  P2      
1 Informasi tentang pelayanan yang tersedia      
2 Unit kerja yang memberikan pelayanan      
3 Biaya pelayanan      
4 Jadwal/waktu memberikan pelayanan      
5 Nama-nama dokter yang memberikan pelayanan      
6 Tata cara memperoleh pelayanan      
7 Tata tertib rumah sakit      
8 Hak dan kewajiban pasien dan pengunjung      
1 Ketetapan tentang pelayanan      
2 tarif      
3 tata tertib      
4 tata cara memperoleh pelayanan      
5 hak dan kewajiban pasien/pengunjung      
6 uraian tugas unit kerja informasi      
7 brosur      
8 leaflet      
9 pengumuman      
10 billboard      
S2 ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN Dokumen Observasi Wawancara
  P1      
1 Ketetapan tentang struktur organisasi      
2 uraian tugas      
3 dokumen evaluasi      
  P2      
1 Dokumen Hospital Bylaws      
2 bukti adanya sosialisasi tentang Hospital Bylaws.      
  P3      
1 Kontrak / perjanjian kerja berjangka      
2 piagam kerjasama      
3 penetapan tertulis petugas      
4 berikut uraian tugas      
5 untuk memonitor dan membuat laporan hasil evaluasinya.      
  P4      
1 Keputusan tentang pembentukan unit kerja & penanggung jawab program KPRS      
2 kerangka acuan program      
3 Dokumen evaluasi dan tindak lanjutnya      
S3 STAF DAN PIMPINAN Dokumen Observasi Wawancara
  P1      
1 SK Pengangkatan Direktur      
2 Hospital Bylaws      
3 Ijazah S2      
  P2      
  Ketentuan tentang kebijakan SDM      
  Dokumen pola ketenagaan      
  Tata cara evaluasi kinerja      
  Hasil evaluasi kinerja.      
S4 FASILITAS DAN PERALATAN Dokumen Observasi Wawancara
  P1      
1 Surat izin      
2 Sertifikat      
3 Peraturan perundangan terkait      
4 Misalnya tentang penggunaan radiasi dari BAPETEN dlsb      
5 Master/blok plan rumah sakit.      
  P2      
1 Denah rumah sakit      
S5 KEBIJAKAN DAN PROSEDUR Dokumen Observasi Wawancara
  P1      
1 SK pembentukan unit kerja      
2 bukti sosialisasi      
3 risalah penanganan kasus yang terjadi berikut rekomendasinya      
4 notulen rapat      
5 laporan      
6 tata cara / SOP      
  P2      
1 SK jadwal rapat      
2 undangan rapat      
3 notulen rapat laporan dan rekomendasi      
  P3      
1 Dokumen anggaran      
2 hasil audit keuangan      
3 hasil analisis keuangan dan hasil perhitungan biaya satuan      
  P4      
1 SK Direktur      
2 SOP      
3 berkas rekam medis      
4 hasil pemeriksaan rekam medis secara acak.      
  P5      
1 SK Direktur tentang koordinasi      
2 bentuk transfer informasi      
3 Juklak      
4 SOP.      
S6 Pengembangan Staf Dan Program Pendidikan Dokumen Observasi Wawancara
  P1      
1 Struktur organisasi rumah sakit      
2 program Diklat      
3 kerangka acuan program Diklat      
4 anggaran untuk program Diklat      
5 dokumen evaluasi      
6 pelaporan dan tindak lanjut program      
  P2      
1 Struktur organisasi RS      
2 kerangka acuan pelatihan      
3 jadwal      
4 peserta pelatihan      
5 laporan pelaksanaan pelatihan.      
More aboutTabel Check List Akreditasi, Untuk Kenyamanan dan Ketelitian Persiapan

Contoh Draft notulen rapat TIM akreditasi

Posted by devilito on Tuesday, July 17, 2012

1. kelengkapan dokumen masing-masing pokja
2. lembur kala survey akreditasi. (biasanya harus dikerjakan di waktu dan hari / malam yg

sama)
3. cross check antar pokja.

1. kesiapan dokumen masing -

bambang:

s6 p1 sudah hampir final, tinggal kprs yang mau di diklatkan programnya apa saja?
s4 p1 masalah peralatan sudah memeinta pak kasmuri ditarik ke akreditasi untuk mengisi form

check perawatan, tetapi masih kesulitan terkendali tugasnya pak kasmuri di pemalang.

keperawatan:
s1. kurang renstra sekitar beebrapa lembar. sementara evaluasinya nanti belakangan

s2.3  tari: pelaksnaaan laporan keperawatan, tetapi di ruangan-ruangan belum maksimal dan

formulir2 juga belum jalan

s3p2: ketenagaan yang diminta adlaah laporan per 3 bulan tetapi yang sudah dibuat laporan

pertahun.  kurang tanda-tangan dari kepala2 ruang

s7. sudah 90% selesai sedang revisi tentang program pelayanan, tinggal menjilid. dan membuat

laporan tiap bulan.

S4 p1 sudah semua, tinggal tanda tangan masing2 koordinator.
lalu mas ersyat membntu s6.p1 yan med

s5.p1 sudah sedang dicheck kekurangan oleh mba siti

IGD
peralihan dokter dari dr amri ke dr reza,
persiapan obat, peralatan,
dokumen 90 % kurang evaluasi dan proses terbentuknya suatu SK

RM
dokumen sudah semua, kurang sampling dokumen, aplikasi lapangan.

kekurangan : tetap sama dengan kemarin, yakni ruangan

\\\\
jadwal     penilaian

senin    selasa    rabu    kamis     jumat
admin    igd    yankep     rm    yanmed

More aboutContoh Draft notulen rapat TIM akreditasi

Contoh hospital by law rumah sakit umum

Posted by devilito on Wednesday, June 27, 2012

BUKU I

BAB I

KETENTUAN UMUM

NAMA, VISI, MISI, NILAI-NILAI, LOGO DAN TUJUAN

Bagian Pertama

Nama, Visi, Misi, Motto, Logo , dan Tujuan Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta

Pasal 1

(1) Nama Rumah sakit ini adalah Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta milik Yayasan Cantika Sekali yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jakarta Nomor 445/43/XII/2010 Tentang Ijin Sementara Penyelenggaraan Sarana Kesehatan RSU Cantika Rupanya Jakarta.

(2) Visi rumah sakit adalah menjadi rumah sakit berkualitas yang Islami

(3) Misi :

a. Melaksanakan Pelayanan Kesehatan yang berkualitas

b. Meningkatkan profesionalisme SDM

c. Mewujudkan akhlak islami dalam pelayanan kesehatan

d. Menjadikan amal usaha yang amanah

(4) Motto: adalah slogan pencerminan dari sikap kerja karyawan Rumah Sakit sebagai berikut:

Cepat - Professional - Terjangkau

(5) Logo Rumah Sakit adalah: dua tangan saling menyambut dan sinerginya membentuk inisial huruf “S”, yang berarti Cantika Rupanya.

(6) Tujuan Rumah Sakit adalah :

1. Memberikan pelayanan prima dan profesional berdasarkan standar yang ditetapkan.

a. Menyelenggarakan pelayanan yang bermutu memuaskan dan professional berdasarkan standar yang ditetapkan.

b. Senantiasa mengikuti perkembangan IPTEK yang mutahir

c. Mengembangankan penelitian dasar dan terapan untuk meningkatkan mutu pelayanan.

d. Menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak untuk menjalin jaringan kerjasama yang saling menguntungkan.

e. Mewujudkan tingkat kepuasan konsumer baik internal maupun eksternal secara optimal.

f. Memberdayakan seluruh potensi sumber daya yang ada di rumah sakit.

2. Menjadi rumah sakit islami yang mampu mewujudkan fungsinya sebagai pelayanan pendidikan dan penelitian, serta mampu memberikan manfaat untuk masyarakat

(7) Naskah ini adalah Hospital Bylaws (Statuta) RSU Cantika Rupanya Jakarta yang selanjutnya disingkat sebagai Statuta.

Bagian Kedua

Pengertian

Pasal 2

Ketentuan Umum

Dalam Hospital Bylaws (Statuta) ini yang dimaksud dengan:

1. “HOSPITAL BYLAWS (STATUTA)” adalah aturan dasar yang mengatur tata cara penyelenggaraan rumah sakit oleh Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali dan Direktur RSU Cantika Rupanya Jakarta yang di tetapkan oleh Yayasan Cantika Sekali dan ditandatangani oleh Ketua Yayasan Cantika Sekali.

2. Yang dimaksud “RUMAH SAKIT” adalah Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta

3. Yang dimaksud “PEMILIK RUMAH SAKIT” adalah Yayasan Cantika Sekali sesuai dengan ketentuan UU RI No. 44 Tahun 2009 pasal 7 ayat 4 yang berbunyi “badan hukum yang kegiatan usahanya hanya bergerak di bidang perumahsakitan”

4. Yang dimaksud “PERSEROAN TERBATAS YAYASAN CANTIKA SEKALI” ialah pelaksana kegiatan amal usaha milik Yayasan Cantika Sekali.

5. “DIREKTUR” adalah seorang yang diangkat menjadi Direktur RSU Cantika Rupanya Jakarta sesuai dengan bidang tugasnya.

6. “RAPAT RUTIN” adalah setiap rapat terjadual yang diselenggarakan oleh Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali yang bukan termasuk rapat tahunan dan rapat khusus.

7. “RAPAT TAHUNAN” adalah rapat yang diselenggarakan oleh Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali setiap tahun.

8. “RAPAT KHUSUS” adalah rapat yang diselenggarakan oleh Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali diluar jadual rapat rutin untuk mengambil keputusan hal-hal yang dianggap khusus.

9. Dokter adalah seorang tenaga medis yang memiliki ijin praktek di bidang kedokteran sebagaimana maksud dalam Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan dan yang telah terikat perjanjian dengan Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta dan oleh karenanya diberi kewenangan untuk melakukan tindakan medis di Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

10. Dokter gigi adalah seorang tenaga medis yang memiliki ijin praktek di bidang kedokteran gigi sebagaimana maksud dalam Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan dan yang telah terikat perjanjian dengan Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta dan oleh karenanya diberi kewenangan untuk melakukan tindakan medis di Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

11. Dokter tetap adalah dokter yang sepenuhnya bekerja di Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta

12. Dokter tidak tetap adalah dokter yang bekerja tidak sepenuhnya di Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta

13. Dokter Tamu adalah dokter yang bukan dokter tetap dan bukan dokter tidak tetap di Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

14. Dokter Konsultan adalah Dokter Spesialis tertentu yang karena kompetensinya diminta membantu pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

15. Dokter Paruh Waktu adalah dokter yang mendapat izin tertulis dari Direktur untuk melaksanakan pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

16. Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis adalah dokter yang sedang mengikuti pendidikan Dokter Spesialis di Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

17. Staf Medik Fungsional adalah kelompok dokter dan dokter gigi yang telah disetujui dan diterima sesuai dengan aturan yang berlaku untuk menjalankan profesi masing-masing di Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

18. Komite Medik adalah wadah non-struktul fungsional yang sedang di beri tugas mengkordinasikan kegiatan Komite Medik dalam rangka menjaga mutu etika profesi

19. Komite Medik adalah wadah professional medis yang anggotanya terdiri dari ketua-ketua staf Medik Fungsional dan atau yang mewakili disiplin ilmu tertentu.

20. Panitia / Sub Komite adalah kelompok kerja yang dibentuk oleh Komite Medik untuk mengatasi masalah khusus Panitia ditetapkan dengan surat keputusan Direksi atas usul Komite Medik.

21. Hak Klinis adalah kewenangan yang diberikan oleh Direktur melalui Komite Medis melalui surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.


BAB II

PERSEROAN TERBATAS

Pasal 3

Perseroan terbatas

1. Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali bertindak sebagai wakil dari Yayasan Cantika Sekali selaku pemilik RSU Cantika Rupanya Jakarta.

2. Anggota Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali diambil dan dipilih dari Yayasan Cantika Sekali selaku pemilik RSU Cantika Rupanya Jakarta.

3. Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali diangkat untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat lagi untuk jangka waktu yang sama.

4. Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali bertugas mengawasi manajemen RSU Cantika Rupanya Jakarta, dan mengadakan evaluasi terhadap hasil kerja direktur Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

5. Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali berwenang memanggil direktur RSU Cantika Rupanya Jakarta untuk minta keterangan, penjelasan lebih lanjut mengenai suatu hal.

6. Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali berhak memeriksa pembukuan dan semua dokumen dan arsip yang berhubungan dengan sesuatu hal.

7. Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali wajib memberikan laporan tahunan pada akhir tahun tutup buku kepada Yayasan Cantika Sekali selaku pemilik Yayasan Cantika Sekali.

8. Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali bertanggungjawab kepada Pemilik Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

Pasal 4

1. Dalam tugasnya sebagai pelaksana, maka para anggota Perseroan terbatas tidak boleh mencampuri dan bertindak langsung secara operasional terhadap pelayanan di Rumah Sakit.

2. Jabatan sebagai anggota Perseroan terbatas tidak boleh dirangkap dengan salah satu jabatan di Rumah Sakit.


BAB III

DIREKTUR RUMAH SAKIT

Pasal 5

1) Pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan di RSU Cantika Rupanya Jakarta dilakukan oleh Direktur

2) Direktur diangkat dan diberhentikan oleh Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali

3) Direktur bertanggung jawab kepada Yayasan Cantika Sekali melalui Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali dalam hal pengelolaan dan pengawasan rumah sakit beserta fasilitasnya, personil dan sumber daya terkait.

4) Direktur bertugas untuk melaksanakan kebijakan pengelolaan RSU Cantika Rupanya Jakarta telah ditetapkan oleh Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali sesuai dengan peraturan perundangan-undangan dan segala ketentuan umum yang berlaku, dan berbagai aturan dalam statuta ini, serta memperhatikan hasil pelaksanaan tindakan / audit dilaksanakan oleh Komite dan SPI (Satuan Pengawas Internal) di rumah sakit.

5) Tugas pokok, fungsi, wewenang dan tanggung jawab direktur ditentukan oleh Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali dan diperinci dalam suatu uraian tugas secara tertulis dalam Struktur Organisasi dan Tata Laksana Rumah Sakit.

6) Direktur mempunyai tugas dan wewenang untuk :

a. Memimpin dan mengelola RS sesuai dengan tujuan RS dengan senantiasa berusaha meningkatkan daya guna dan hasil guna.

b. Memelihara dan mengelola kekayaan RSU Cantika Rupanya Jakarta.

c. Mewakili RSU Cantika Rupanya Jakarta di dalam dan di luar pengadilan.

d. Melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dalam mengelola RS sebagaimana yang telah digariskan oleh Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali.

e. Menetapkan kebijakan operasional RSU Cantika Rupanya Jakarta.

f. Menyiapkan Rencana Jangka Penjang dan Rencana Kerja dan anggaran RSU Cantika Rupanya Jakarta.

g. Mengadakan dan memelihara pembukuan serta administrasi RSU Cantika Rupanya Jakarta sesuai dengan standar yang berlaku.

h. Menerapkan Struktur Organisasi dan tata kerja RS lengkap dengan rincian tugasnya setelah disetujui oleh Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali.

i. Mengangkat dan memberhentikan tenaga honorer sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

j. Menetapkan hal-hal yang berkaitan dengan Hak dan Kewajiban tenaga honorer sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

k. Menyiapkan laporan tahunan dan laporan berkala.

Pasal 6

Pejabat Direktur

Dalam hal direktur berhalangan secara permanen, atau mengundurkan diri maka bila Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali dapat memilih pejabat sementara (PJs.) Direktur untuk memimpin RSU Cantika Rupanya Jakarta sebelum Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali melakukan rapat untuk memilih direktur RSU Cantika Rupanya Jakarta yang baru.


BAB IV

KEWENANGAN DIREKTUR

Pasal 7

Pengangkatan Staf Medis Fungsional (SMF)

(1). Direktur atas persetujuan Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali mengangkat dan memberhentikan staf medis fungsional (SMF) atas saran Komite Medik, sesuai peraturan perundang-undangan.

(2). Direktur dapat mengangkat sub komite atau Panitia yang berkaitan dengan kegiatan pelayanan teknis dan non teknis medis atas saran Komite Medik.

Pasal 8

Penugasan Staf Medis

1) Direktur menetapkan kriteria dan syarat-syarat penugasan setiap staf medis untuk suatu tugas atau jabatan klinis tertentu dan akan menyampaikan hal tersebut kepada setiap tenaga medis yang menghendaki penugasan klinis di RSU Cantika Rupanya Jakarta .

2) Kriteria dan syarat-syarat penugasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh direktur setelah disepakati oleh Komite Medik.

3) Tenaga medis yang telah mendapat penugasan klinis dirumah sakit dapat berstatus sebagai dokter tetap atau tidak tetap.

4) Jangka waktu penugasan tenaga medis adalah 6 bulan sampai dengan 1 tahun, kecuali ditetapkan lain oleh direktur dengan memperhatikan kondisi yang akan menyebabkan penugasan dirumah sakit akan berakhir sebagai berikut apabila:

a. Ijin praktek yang bersangkutan sudah tidak berlaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada, atau

b. Kondisi fisik atau mental tenaga medis yang bersangkutan tidak mampu lagi melakukan medis secara menetap, atau

c. Tenaga medis telah berusia 60 tahun, namun yang bersangkutan masih dapat pula diangkat sesuai dengan pertimbangan direktur, atau

d. Tenaga medis tidak memenuhi ketentuan dan syarat-syarat yang ditetapkan dalam kontrak, atau

e. Tenaga medis ditetapkan telah melakukan tindakan yang tidak profesional, kelainan, atau perilaku meyimpang lainnya sebagaimana ditetapkan oleh Komite Medis, atau

f. Tenaga medis diberhentikan oleh direktur karena yang bersangkutan mengakhiri kontrak dengan rumah sakit setelah mengajukan pemberitahuan atau bulan sebelumnya.

5) Penugasan klinis di rumah sakit pada seorang tenaga medis hanya dapat ditetapkan bila yang bersangkutan menyetujui syarat-syarat sebagai berikut :

a. Memenuhi syarat sebagai tenaga medis berdasarkan peraturan perundangundangan kesehatan yang berlaku dan ketentuan lain sebagaimana ditetapkan dalam statuta ini.

b. Menangani pasien dalam batas-batas sebagaimana ditetapkan oleh direktur setelah mempertimbangkan daya dukung fasilitas rumah sakit, dan bila diperlukan rekomendasi dari komite kredensial.

c. Mencatat segala tindakan yang di perlukan untuk menjamin agar rekam medis tiap pasien yang ditanganinya di rumah sakit terpelihara dengan kuat dan rekam medis dilengkapi dalam waktu yang wajar.

d. Memperhatikan segala permintaan rumah sakit yang dianggap wajar sehubungan dengan tindakan di rumah sakit dengan mengacu pada ketentuan pelayanan yang berlaku di rumah sakit.

e. Mematuhi etika kedokteran yang berlaku di Indonesia ,baik yang berkaitan dengan kewajiban terhadap masyarakat pasien, teman sejawat dan diri sendiri.

f. Memperhatikan syarat-syarat umum praktek klinis yang berlaku di rumah sakit.


BUKU II

MEDICAL STAFF BY LAWS

BAB V

NAMA, TUJUAN

Pasal 9

1) Nama kelompok Dokter dan Dokter Gigi yang berhak memberikan pelayanan medik di Rumah Sakit ini adalah Staff Medik Fungsional ( SMF ) RSU Cantika Rupanya Jakarta

2) Pengelompokan anggota SMF berdasarkan bidang spesialisasi medik yang ada di RSU Cantika Rupanya Jakarta

3) Untuk Kelompok Dokter Umum masuk dalam SMF dokter umum dan untuk Kelompok Dokter gigi dan dokter gigi speasialis masuk dalam SMF dokter gigi.

4) Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) masuk dalam SMF sesuai dengan spesialisasi yang sedang diikuti.

5) Nama wadah profesional medis yang keanggotaannya berasal dari ketua-ketua staf medis fungsional dan atau yang mewakili disiplin ilmu tertentu adalah Komite Medik RSU Cantika Rupanya Jakarta.

Pasal 10

Tujuan dan pengorganisasian Staf Medis Fungsional adalah agar staf medis di RSU Cantika Rupanya Jakarta dapat lebih menata diri dengan fokus terhadap kebutuhan pasien sehingga menghasilkan pelayanan medis yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Pasal 11

Secara administrasi Staf Medis Fungsional berada di bawah direktur RSU Cantika Rupanya Jakarta namun secara Fungsional sebagai profesi, anggota Staf Medis Fungsional bertanggung jawab kepada Komite Medik melalui ketua SMF.


BAB VI

PENERIMAAN, PENERIMAAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN

ANGGOTA SMF

Pasal 12

Persyaratan Penerimaan Calon anggota SMF

1. Mempunyai kualifikasi pendidikan yang sah

2. Sehat jasmani dan rohani

Pasal 13

Prosedur Penerimaan Calon Anggota

Prosedur penerimaan calon anggota dilakukan sesuai dengan Standar Prosedur operasional penerimaan Staf Medis Fungsional yang disusun oleh Komite Medik.

Pasal 14

Penerimaan kembali anggota SMF

1) Apabila seorang anggota SMF dengan alasan tertentu pindah/ cuti diluar tanggungan negara sehingga tidak bisa menjalankan tugas sebagai anggota SMF

2) Apabila yang bersangkutan akan kembali anggota SMF maka yang bersangkutan diharuskan untuk mendaftar ulang sesuai dengan peraturan yang berlaku

3) Bagi anggota SMF yang pensiun bila ingin bekerja kembali di RSU Cantika Rupanya Jakarta maka 1 bulan sebelum SK pensiun keluar yang bersangkutan diharuskan untuk mengajukan permohonan untuk bekerja di RSU Cantika Rupanya Jakarta sebagai dokter tidak tetap.

Pasal 15

Tenaga Medik anggota staf Medik Fungsional di RSU Cantika Rupanya Jakarta dapat diberhentikan keanggotaanya oleh Direktur bila:

1. Meninggal dunia.

2. Memasuki masa pensiun

3. Pindah bertugas dari lingkungan RSU Cantika Rupanya Jakarta


BAB VII

KEANGGOTAAN

Pasal 16

a. Mempunyai Ijazah dari fakultas Kedokteran / Kedokteran gigi Pemerintah / swasta yang diakui Pemerintah dan memilki surat penugasan yang masih berlaku dari Departemen Kesehatan.

b. Telah melalui proses penerimaan calon anggota SMF RSU Cantika Rupanya Jakarta yang dilaksanakan oleh Komite Medik dan Direktur RSU Cantika Rupanya Jakarta

c. Memiliki surat keputusan penugasan sebagai anggota SMF dari Direktur RSU Cantika Rupanya Jakarta

d. Mengikuti program pengenalan tugas lingkungan kerja di RSU Cantika Rupanya Jakarta

e. Bersedia hanya bekerja di RSU Cantika Rupanya Jakarta pada jam kerja.

Pasal 17

1) Kategori keanggotaan SMF

a. Anggota tetap SMF, adalh dokter tetap RSU Cantika Rupanya Jakarta

b. Anggota tidak tetap SMF adalah dokter tidak tetap Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta

2) Masa berlaku

Keanggotaan berlaku sejak keputusan Direktur dikeluarkan sampai seluruh hak klinik anggota dicabut sesuai dengan kategori keanggotaannya.

Pasal 18

1) Tugas Staf Medik Fungsional :

a. Memberikan pelayanan Medik yang bermutu kepada penderita sesuai dengan standar pelayanan medik yan telah ditentukan oleh SMF dan disahkan oleh Direktur, dan menghormati hak pasien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. Memberikan pendidikan dan pelatihan kepada peserta didik yang ada dalam program SMF dan Rumah Sakit.

2) Tanggung Jawab Staf Medis Fungsional

1. Menyelesaikan dan melengkapi rekam medis penderita yang menjadi tanggung jawabnya dalam tempo 2 x 24 jam.

2. Bertanggung Jawab atas pelayanan medis yang dilaksanakan oleh PPDS yang sedang menjalani pendidikan dibawah bimbingannya.

3) Kewajiban Staf Medis Fungsional

1. Mentaati Peraturan Internal Staf Medis/Medical Staf Bylaws.

2. Melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

3. Mengindahkan kode etik Kedokteran Indonesia dan Etika

4) Rumah Sakit Indonesia.

5) Mempunyai surat ijin praktek di Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

6) Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan Standar Presedur Operasional serta kebutuhan medis pasien.

7) Mematuhi kebijakan RSU Cantika Rupanya Jakarta tentang penggunaan obat dan formularium RS Informed Consent dan Rekam Medis Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

8) Merujuk ke staf medis yang mempunyai kemampuan/keahlian yang lebih baik apabila tidak mampu melakukan pemeriksaan atau pengobatan.

9) Merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang pasien bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia.

10) Melakukan pertolongan darurat atas dasar kemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lian yang bertugas dan mampu melakukannya.

11) Meningkatkan pengetahuan dan mempuannya secara terus menerus dengan ikut serta secara aktif dalam program pendidikan, pelatihan, dan penelitian yang berkesinambungan dan program-program pengembangan medik lainnya yang diatur SMF dan Rumah Sakit.

12) Membangun dan membina kerjasama yang baik dengan sesama sejawat anggota SMF, paramedis dan pegawai rumah sakit lain demi kelancaran pelayanan medik.

13) Bersedia ikut dalam panitia-panitia Komite Medik dan Rumah Sakit.

14) Ikut dan aktif pada penelitian yang diprogram oleh SMF dan Rumah Sakit.

15) Tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang patut diduga dapat merugikan penderita dan rumah sakit.

Pasal 19

Hak-hak Anggota SMF

1. Menggunakan hak klinik di RSU Cantika Rupanya Jakarta

2. Mendapatkan gaji dan tunjangan lain, hak cuti serta hak lain sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

3. Mendapatkan imbalan jasa pelayanan sesuai dengan peraturan RSU Cantika Rupanya Jakarta

4. Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas profesinya sesuai dengan peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku.

Pasal 20

Hak -Hak Klinik

1) Hak Klinik adalah kewenangan dari anggota SMF untuk melaksanakan pelayanan Medik sesuai dengan profesi dan keahliannya. Tanpa hak klinik maka seorang tenaga medik tidak dapat menjadi anggota SMF dan bekerja di Rumah Sakit Umum Cantika Rupanya Jakarta.

2) Hak Klinik diberikan oleh Direktur atas Rekomendasi Komite Medik / Panitia Kredensial , sesuai dengan prosedur penerimaan anggota SMF.

3) Hak Klinik diberikan kepada seorang anggota SMF untuk jangka waktu 5 tahun. Pemberian hak Klinik ulang dapat diberikan setelah yang bersangkutan mendapat resertifikasi dari organisasi profesi.

Pasal 21

Pembatasan Hak Klinik

1) Komite Medik bila memandang perlu dapat memberi rekomendasi agar anggota SMF dibatasi hak kliniknya kepada Direktur (Utama), atas rekomendasi dari Panitia Kredensial agar anggota SMF dilakukan pembatasan hak kliniknya.

2) Pembatasan hak klinik ini dapat dipertimbangakan bila anggota SMF tersebut dalam pelaksanaan tugasnya di RSU Cantika Rupanya Jakarta dianggap tidak melaksanakannya sesuai dengan standar pelayanan medis yang berlaku, dapat dipandang dari sudut kinerja klinik, sudut etik profesi dan sudut hukum.

3) Panitia Kredensial membuat rekomendasi pembatasan hak klinik anggota SMF setelah terlebih dahulu :

a. Ketua SMF mengajukan surat untuk mempetimbangkan pencabutan hak klinik dari anggota SMF nya kepada ketua Komite Medik.

b. Komite Medik meneruskan permohonanan tersebut kepada panitia kredensial untuk meneliti kinerja klinis dan etika profesi dan anggota SMF yang bersangkutan.

c. Panitia kredensial berhak memanggil anggota SMF yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan dan membela diri setelah sebelumnya diberi kesempatan untuk membaca dan mempelajari bukti-bukti tertulis tentang pelanggaran yang dibuatnya.

d. Panitia kredensial dapat meminta pendapat dari pihak lain yang terkait.

Pasal 22

Pencabutan Pembatasan Hak Klinik

1) Pencabutan pembatasan hak klinik dilaksanakan oleh Direktur atas usul Komite Medik bila SMF tersebut telah melaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan pada saat sanksi pembatasan.

Pasal 23

Pencabutan Hak Klinik

Pencabutan Hak Klinik dilaksanakan apabila :

1. Pindah dari lingkungan RSU Cantika Rupanya Jakarta.

2. Meninggal dunia


BAB VIII

PENGORGANISASIAN STAF MEDIS FUNGSIONAL

Pasal 24

Struktur Organisasi

1) Anggota SMF dikelompokkan dalam masing-masing Staf Medik Fungsional ( SMF ) sesuai dengan profesi dan keahliannya.

2) Susunan Kepengurusan SMF terdiri dari :

a. Ketua SMF merangkap anggota.

b. Sekertaris merangkap anggota.

c. Koordinator Pelayanan merangkap anggota.

d. Koordinator Penelitian dan Pemgembangan merangkap anggota.

3) Masa bakti kepengurusan SMF adalah 5 tahun.

Pasal 25

Ketua SMF

1. Pemilihan Calon Ketua SMF dilakukan dalam rapat pleno SMF dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh Komite Medik.

2. Ketua SMF ditentukan oleh Direktur dari 2 (dua) calon yang diajukan.

3. Dalam menetukan ketua SMF tersebut, bila dianggap perlu Direktur dapat meminta pendapat Komite Medik.

4. Bila anggota SMF kurang dari 3 orang , maka penentuan ketua SMF dilakukan oleh Direktur setelah mendapat saran/masukan dari Komite Medik.

5. Ketua SMF terpilih menjadi anggota Komite Medik.

6. Tugas Ketua SMF adalah mengkoordinasikan semua kegiatan anggota SMF serta menyusun uraian tugas, wewenang dan tata kerja anggota SMF dalam SMF yang dipimpinnya.

7. Ketua SMF mempunyai kewenangan mengatur anggota SMF yang mempunyai jabatan rangkap di struktural. Bila dianggap perlu maka ketua SMF dapat membebas tugaskan yang bersangkutan dari kegiatan rutin di SMF dan menerima kembali setelah yang bersangkutan selesai dengan tugas jabatan strukturalnya.

Pasal 26

Sekretaris

1) Sekretaris dipilih oleh Ketua SMF dari anggota tetap SMF.

2) Sekretaris SMF bertugas membantu Ketua SMF dalam bidang administrasi dan manajemen.

Pasal 27

1) Koordinator Pelayanan dipilih oleh Ketua SMF dari anggota tetap SMF

2) Koordinator Pelayanan SMF bertugas membantu Ketua SMF dalam mengkoordinir kegiatan pelayanan medis.

Pasal 28

1. Koordinator Penelitian dan Pengembangan dipilih oleh Ketua SMF dan anggota tetap SMF.

2. Koordinator Penelitian dan Pengembangan SMF bertugas membantu Ketua SMF dalam mengkoordinasikan kegiatan penelitian, pengembangan dan pelatihan anggota SMF.

Pasal 29

SMF mempunyai tugas untuk melakukan pelayanan medis, penelitian pengembangan pelayanan medis sesuai dengan kemajuan ilmu kedoktern, meningkatkan keterampilan dan ilmu pengetahuan, serta memberikan pendidikan dan pelatihan kepada mahasiswa kdokteran dan tenaga kesehatan lain.

Pasal 30

Kewajiban Staf Medis Fungsional

1) SMF wajib menyusun Standar Prosedur Operasional yang terdiri dari:

a. Standar Prosedur Operasional Pelayanan Medis yang terdiri dari Standar Palayanan Medis dan Standar Prosedur Operasional Tindakan Medis . Penyusunan Standar Prosedur Opersional ini di bawah koordinasi Komite Medik.

b. Standar Prosedur Operasional bidang administrasi / manajerial yang meliputi pengaturan tugas dan wewenang anggota staf medis, jadual rapat kelompok SMF, pengaturan pertemuan klinik / presentasi kasus, pengaturan prosedur konsultansi dan peraturan lain yang dianggap perlu Penyusunan Standar Prosedur Operasional bidang Administrasi ini dibawah koordinasi Direktur Rumah Sakit.

2) SMF wajib menyusun indikator kinerja mutu klinis / mutu pelayanan medis Indikator mutu yang disusun adalah indicator output atau outcome.

Pasal 31

Kewenangan Staf Medis Fungsional

1. Memberikan rekomendasi tentang penempatan anggota SMF baru dan penempatan ulang anggota SMF kepada Direktur melalui Ketua Komite Medik.

2. Melakukan evaluasi kinerja anggota SMF didalam kelompoknya dan bersama-sama dengan komite klinis bidang medis menentukan kompetensi dari anggota SMF tersebut.

3. Melakukan evaluasi dan revisi ( bila diperlukan ) terhadap perturan internal staf medis, standar pelayanan medis , standar prosedur operasional tindakan medis dan standar prosedur operasional bidang administrasi / manejerial.


BAB IX

KOMITE MEDIK

Bagian Pertama

Nama dan struktur Organisasi

Pasal 32

(1) Nama organisasi : Komite Medik adalah wadah profesional medis yang anggotanya terdiri dari Ketua-ketua Staf Medis Fungsional dan atau yang mewakili disiplin ilmu tertentu.

(2) Komite Medik mempunyai otoritas tertinggi dalam pengorganisasian staf medis.

(3) Susunan kepengerusan Komite Medik terdiri dari :

a. Ketua merangkap anggota.

b. Wakil Ketua merangkap anggota

c. Sekretaris buka anggota

d. Anggota

(4) Masa bakti kepengurusan Komite Medik adalah 5 tahun.

(5) Kepengurusan Komite Medik dipilih melalui rapat pleno untuk memilih ketua, wakil ketua dan sekretaris.

(6) Pemilihan dilaksanakan sesuai prosedur tetap yang telah diatur di dalam Medical Staf Bylaws.

Bagian Kedua

TUGAS, FUNGSI DAN WEWENANG

Pasal 33

Tugas

Tugas Komite Medik :

a. Membantu Direktur RSU Cantika Rupanya Jakarta menyusun standar pelayanan medis dan pemantau pelaksanaannya.

b. Membantu Direktur RSU Cantika Rupanya Jakarta menyusun medical staff bylaws dan memantau pelaksanaannya.

c. Membantu Direktur RSU Cantika Rupanya Jakarta menyusun kebijakan dan prosedur yang terkait medico-legal dan etiko-legal.

d. Melakukan koordinasi dengan Direktur dalam melaksanakan pemantauan dan pembinaan pelaksanaan tugas SMF.

e. Mengatur kewenangan profesi dan SMF.

f. Melaksanakan pembinaan etika profesi, disiplin profesi dan mutu profesi.

g. Melakukan pemantauan dan evaluasi mutu pelayanan medis.

h. Meningkatkan program pelayanan, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan dalam bidang medis.

Pasal 34

Fungsi

Fungsi Komite Medik adalah sebagai pengarah dalam pemberian pelayanan medis, sedangkan SMF adalah pelaksana pelayanan medis.

Pasal 35

Wewenang

Wewenang Komite Medik :

a. Memberikan usul rencana kebutuhan dan peningkatan kualitas tenaga medis.

b. Meberikan pertimbangan tentang rencana pengadaan, penggunaan dan pemeliharaan peralatan pelayanan medis dan peralatan penunjang medis serta pengembangan pelayanan medis.

c. Membentuk Tim Klinis yang mepunyai tugas menangani kasus-kasus pelayanan medis yang memerlukan koordinasi lintas profesi.

d. Memantau dan mengevaluasi penggunaan obat di Rumah sakit.

e. Memantau dan mengevaluasi efisiensi dan efektivitas penggunan alat kedokteran di Rumah Sakit.

f. Melaksanakan pembinaan Etika Profesi serta mengatur kewenangan profesi anggota Staf Medik Fungsional.

g. Memberikan rekomendasi tentang kerjasama anatara Rumah Sakit dan Fakultas Kedokteran / Kedokteran Gigi / Instalasi pendidikan lain.

h. Menetapkan tugas dan kewajiban Sub Komite/Panitia dalam lingkungan Komite Medik.

Pasal 36

Sub Komite / Panitia

1) Sub Komite / Panitia adalah kelompok kerja khusus yang bertugas membantu pelaksanaan tugas –tugas Klinik Bidang Medis.

2) Sub Komite / Panitia dibentuk sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.

3) Sub Komite / Panitia kepengurusannya ditetapkan oelh Surat Keputusan Direktur Utama.

4) Keanggotaan Sub Komite / Panitia terdiri dari anggota tetap staf medis fungsional dan tenaga lain secara ex officio.

5) Susunan Kepengurusan Sub Komite / Panitia terdiri :

a. Ketua Merangkap Anggota.

b. Sekretaris merangkap Anggota.

c. Anggota.

6) Tata Kerja Sub Komite / Panitia

a. Sub Komite / Panitia membuat kebijakan , program dan prosedur operasional.

b. Sub Komite / Panitia membuat laporan berkala dan laporan tahunan kepada Komite Medik Laporan tahunan berisi evaluasi kegiatan dan rencana kegiatan berikutnya.

c. Biaya operasional dibebankan pada anggaran rumah sakit.

7) Sub Komite / Panitia yang ada di RSU Cantika Rupanya Jakarta adalah KPRS,

8) Jumlah panitia / sub komite dapat ditambah atau di kurang sesuai dengan kebutuhan.


BAB X

KERAHASIAN, INFORMASI MEDIS

Pasal 37

Kerahasian Pasien

1) Kerahasian Pasien rumah sakit sebagaimana diatur dalam Bab Pasal di muka.

2) Pengungkapan kerahasian pasien dimungkinkan pada keadaan :

a. Atas ijin / otorisasi pasien.

b. Menjalankan undang-undang (ps 50 KUHP).

c. Perintah jabatan (ps 51 KUHP).

d. Bela diri (ps 49 KUHP).

e. Daya paksa (ps 48 KUHP)

f. Pendidikan dan penelitian.

Pasal 38

Informasi Medis

1) Hak-hak pasien yang dimaksud adalah hak-hak pasien sebagaimana yang terdapat didalam Peraturan Menteri Kesehatan RI

2) Informasi medis yang harus diungkapkan dengan jujur dan benar adalah mengenai :

a. Keadaan kesehatan pasien.

b. Rencana terapi dan alternatif nya.

c. Manfaat dan resiko masing-masing alternatif tindakan.

d. Prognosis.

e. Kemungkinan Komplikasi.


BAB XI

AMANDEMEN/PERUBAHAN

Pasal 39

1) Perubahan terhadap Hospital Bylaws dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhannya.


BAB XII

PENUTUP

Pasal 40

Ketentuan Penutup

1) Hospital Bylaws (Statuta ) ini berlaku sejak tanggal 13 Januari 2011

2) Semua peraturan rumah sakit yang dilaksanakan sebelum berlakunya statuta ini dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan statuta ini.

 

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 13 Januari 2011

Perseroan terbatas Yayasan Cantika Sekali

Ketua

Sumambal

More aboutContoh hospital by law rumah sakit umum

Contoh SK PEMBERLAKUAN PETUNJUK ARAH DI RSU CANTIKA SEKALI JAKARTA

Posted by devilito on Monday, June 25, 2012

KEPUTUSAN DIREKTUR RSU CANTIKA SEKALI JAKARTA

NOMOR: DIR/SK/ 233 / II /2011

TENTANG

PEMBERLAKUAN PETUNJUK ARAH DI RSU CANTIKA SEKALI JAKARTA

DIREKTUR RSU CANTIKA SEKALI JAKARTA

Menimbang : a. bahwa dalam upaya mempermudah pelanggan dalam proses pelayanan kesehatan di RSU Cantika Sekali, perlu adanya petunjuk arah.

b. bahwa untuk pelaksanaan seperti dimaksud pada butir “a” di atas, perlu ditetapkan dengan keputusan Direktur yang mengatur hal tersebut.

Mengingat : 1. Undang-undang No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan
2. Undang-Undang No. 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit

3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008

4. Keputusan Direktur No. DIR/SK/230/II/2011 tentang Pemberian Informasi RSU Cantika Sekali Jakarta kepada masyarakat

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Pertama : PEMBERLAKUAN PETUNJUK ARAH DI RSU CANTIKA SEKALI JAKARTA
Kedua : Petunjuk arah diatur sebagaimana terdapat dalam lampiran Keputusan ini.
Ketiga : Segala biaya yang ditimbulkan akibat dari keputusan ini di tanggung oleh pihak Rumah Sakit.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan akan diadakan pembetulan seperlunya bilamana dikemudian hari terdapat kesalahan
 

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 11 Februari 2011

RSU Cantika Sekali Jakarta

Direktur

dr.

NIK. 0608.1.0012

Tembusan:

1. Kabag. Administrasi Dan Umum

2. Arsip,-

Lampiran : Surat Keputusan Direktur RSU Cantika Sekali

Nomor : DIR/SK/233/II/2011

Tentang : Pemberlakuan Petunjuk Arah Di RSU Cantika Sekali

PETUNJUK ARAH, ALUR, TARIF, PELAYANAN,

LARANGAN, PERHATIAN, DENAH

DI RSU CANTIKA SEKALI

NO

PETUNJUK

WARNA

1

Petunjuk arah dan alur

Warna dasar coklat dengan tulisan warna putih

2

Informasi pelayanan, tarif, petugas dan hak pasien

Warna dasar hijau dengan tulisan warna putih dan hitam

3

Denah / Layout Rumah Sakit

Warna dasar putih dengan tulisan warna hitam dan warna lain untuk penjelasan

4

Petunjuk larangan

Warna dasar merah dengan tulisan putih

5

Jam Kunjung Pasien

Warna dasar hijau dengan tulisan warna putih

 

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 11 Februari 2011

RSU Cantika Sekali Jakarta

Direktur

dr.

NIK. 0608.1.0012

PETUNJUK LARANGAN

 

PETUNJUK JAM KUNJUNG

clip_image006
PETUNJUK ARAH

 

clip_image010

PETUNJUK ARAH

clip_image012

clip_image014

PETUNJUK ARAH

clip_image016

DENAH RUMAH SAKIT UMUM CANTIKA SEKALI JAKARTA

More aboutContoh SK PEMBERLAKUAN PETUNJUK ARAH DI RSU CANTIKA SEKALI JAKARTA

Contoh SK Direktur tentang JENIS PELAYANAN DAN TARIF

Posted by devilito

KEPUTUSAN DIREKTUR RSU CANTIKA SEKALI JAKARTA

NO: DIR/SK/232/II/2011

TENTANG

JENIS PELAYANAN DAN TARIF

RUMAH SAKIT UMUM CANTIKA SEKALI JAKARTA

DIREKTUR RSU CANTIKA SEKALI JAKARTA

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit yang lebih informatif, maka perlu untuk menetapkan jenis pelayanan dan tarif

b. bahwa dalam mewujudkan point “a” di atas diperlukan ketetapan Direktur RSU Cantika Sekali Jakarta.

Mengingat : 1. Undang-undang No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan

2. Undang-undang No. 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit

3. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.340/MENKES/PER/III/2010 tentang klasifikasi Rumah Sakit

4. Keputusan Kepala Dinkes Kab.Jakarta No. 445/43/XII/2010 tentang ijin sementara penyelenggaraan sarana kesehatan RSU Cantika Sekali Jakarta

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Pertama : JENIS PELAYANAN DAN TARIF

Kedua : Memberlakukan / menetapkan jenis pelayanan, fasilitas, jadwal pelayanan, tata cara memperoleh pelayanan, dokter jaga, serta tarif Pelayanan Rumah Sakit sebagaimana tersebut dalam lampiran Surat Keputusan ini.

Ketiga : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan catatan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini, akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

 

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 10 Februari 2011

RSU Cantika Sekali Jakarta

Direktur

dr. Asmara

NIK. 0608

Tembusan :

1. Kabag Administrasi & Umum

2. Arsip

More aboutContoh SK Direktur tentang JENIS PELAYANAN DAN TARIF