Artikel Kesehatan Keperawatan | PEMERIKSAAN KADAR KREATININ part IV

Posted by devilito on Saturday, March 14, 2009

LAMPIRAN
1. Apa Clearence creatin tersebut ?
a) Clearen creatin adalah metode test yang digunakan untuk memperkirakan kecepatan jenis konsentrasi plasma yang di ekkresi oleh ginjal yang merupakan indeks GFR :

Rumus :
Konsentrasi creatin urine x Volume Urine / Konsentrasi Creatin plasma atau serum

Nilai normal : Laki-laki : 100-150 ml/mnt
Perempuan : 85- 125 ml/mnt
Clearence creatin dapat digambarkan seberapa besar kerusakan glumelurus yang dapat memperkirakan fungsi ginjal, semakin kecil nilai (cc) berarti fungsi glumelurus semakin turun. Hal ini memberi informasi jumlah jaringan ginjal yang masih berfungsi.
CARA PEMERIKSAAN

  • Anjurkan pasien untuk mengosongkan kemih dan catat jam berapa.
  • Semua urine di kumpulkan dalan 24 jam terhitung dari waktu proses urine sampai pada waktu yang sama pada esok harinya (misal jam 07.00 hari ini s/d jam 07.00 besok paginya) urine tampung 24 jam dihitung dan dicatat dalam ml…
  • Hitung creatin urine
  • Ambil sample periode 24 jam terakhir creatin serum/plasma dihitung
  • Menghitung clearance keratin

b) Clearence creatin adalah kemampuan ginjal untuk mengekresi creatin , yaitu jumlah atau banyaknya darah yang dapat dibersihkan dari creatin secara komplit oleh ginjal dinyatakan dalam satuan ml/mnt.
Hasil dari creatin clearance merupakan indek fungsi ginjal yang cukup berharga.

CCT : Clearnce Creatinin Test
rumus hilang :) ada yang tahu cara bikin rumus di blog?
2. Hasil yang didapat pada sampel adalah 3 mg/dl, hal ini dimungkinkan adanya kesalahan tehnik , seperti yang telah diuraikan dalam pembahasan, maka perlu dilakukan tindak lanjut pemeriksaan ulang (scond opinion) dan ternyata didapat hasil 1,1 mg/dl (pemeriksaan tgl 27 September 2005)
3. Aplikasi Klinis
Aplikasi klinisnya adalah pada kondisi penurunan fungsi ginjal. Pada gagal ginjal akut umumnya ditemukan anuria atau oliguria (urine kurang dari 500 ml / 24 jam ) dengan riwayat penurunan fungsi ginjal yang baru saja terjadi . Penyebab gagal ginjal akut seringkali diketahui dari anamnesa ,pada gagal ginjal akut pra renal didapatkan riwayat kehilangan cairan, penurunan tekanan darah, perdarahan , trauma luas dan lain-lain.
Pada Gagal Ginjal Akut (GGA) pasca renal terdapat riwayat penurunan produksi urine, nyeri kolik, batu ginjal, keganasan urogenetal dan lain-lain, pada GGA renal atau parenkimal didapat riwayat pemakaian obat-obat yang neprotoksik, jamu tradisional ,zat kimia atau penyakit imunologis/glomerulonephritis.
Rapidly Progressive Glomerulonephritis adalah penurunan fungsi ginjal yang cepat (dalam beberapa hari sampai minggu) atau GGA yang merupakan manifestasi glomerulonephritis proliferatif akibat penyakit immune atau vaskulitis . Pada gagal ginjal kronik sering ditemukan polakisuria (sering kencing) atau oliguria.
Diperoleh juga komplikasi , keadaan ini antara lain sesak nafas karena kelebihan cairan atau asidosis metabolic, anemia, keluhan-keluhan uremia seperti badan lemas, gatal, keluhan sitem syaraf ( kesemutan, gangguan sensoris dan lain-lain.
4. Aplikasi Klinik dari Pemeriksaan Creatine
Creatine dapat menggambarkan gangguan fungsi ginjal. Nilai cc dihubungkan dengan nilai GFR dapat menggambarkan presentasi gangguan fungsi ginjal dan sebagai gambaran seberapa parah kerusakan ginjal (stadium)