Contoh soal SOAL dan jawaban BIOKIMIA dr JOKO

Posted by devilito on Monday, April 5, 2010

SOAL BIOKIMIA dr JOKO.


 

  1. Enzim yang berperan dalam penggabungan 2 senyawa dengan menggunakan energi pemecahan ikatan piro fosfat ATP atau sebangsanya diklasifikasikan sebagai enzim : LIGASE.
  2. Enzim ini adalah factor yang mempunyai enzimatis kecuali : TRANFERASE
  3. Enzim yang mengkatalisasi reaksi pemindahan gugus selain H diklasifikasikan sebagai enzim : KONSTANTE EQUIVALEN.
  4. Bila ( S ) lebih kecil dari konstante Michale maka, kecepatan reaksi tergantung pada : KADAR SUBTRAT.
  5. Siafat dasar enzim adalah sebagai katalisator yang mempercepat reaksi kimia menjadi paling sedikit : 10.
  6. Golongan enzim yang melakukan prubahan bentuk optik, geometric, atau posisional adalah kelompok enzim : ISOMERASE.
  7. Memindahakan gugus dari substrat dengan mekanisme selain hidrolisis dan menyebabkan terbentuk ikatan rangkap : LIASE.
  8. Bila kecepatan reaksi mencapai maksimum ( v = maks ) maka : KADAR SUBSTRAT LEBIH BESAR DARI KM.
  9. Bila KM sama dengan kadar substrat maka : KECEPATAN MENJADI ½ v MAKS.
  10. Model isi aktif atau sisi katalik yang kaku disebut juga model : LOCK AND KEY.
  11. Enzim yang diukur untuk keperluan mengetahui hepatitis pada ibu hamil adalah enzim : TRANSAMINASE.
  12. Pengaturan aktifitas enzim dengan cara berikut :
    1. Pengaturan olosterik *
    2. Modifikasi non kovalen B
    3. proteolisis terbatas *
    4. Modifikasi ionic.
  13. Katalisator dibagi menjadi 2 diantaranya adalah katalisator non protein yaitu :
    1. Ion OH – *
    2. Ion H + *
    3. Ion Logam * A
    4. Ion Na +.


 

  1. Emzim yang dlam reaksi katalitiknya tidak perlu koenzim diklasifikasikan :
    1. Oksireduktase.
    2. Liase *
    3. Isomerase. C
    4. Hidrolase. *
  2. Penghambatan aktifitas enzim yang kompetitif, struktur inhibitor sama dengan sturtur substrat.

    SEBAB C

Inhibitor akan terikat pada enzim didapat yang berlainan dengan substrat.

  1. Proses pengaturan aktifitas enzim secara proteolisis terbatas bersifat reversible.

    SEBAB D

Proses pengaturan enzim secara proteolisis terbatas ini terjadi bila enzim

diaktifkan oleh pembuahan rantai polipeptida.

More aboutContoh soal SOAL dan jawaban BIOKIMIA dr JOKO

Proposal skripsi Kesehatan, Tirah Baring

Posted by devilito

DAFTAR PUSTAKA


 


 

1. Lynda Juall Carpenito, Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan, Edisi II

Penerbit Buku Kedokteran EGC.

2. W.KAHLE.H.LEON HARDT.W PLAZER.Penerbit buku Kedokteran

Oleh Helmut Leonhardt Alih Bahasa : Dr. H. TONANG.

3. P.J.M Stevens. ,G.I.Almekinders, F. Bordui, J.Caris, W.E.Vander Meer,

J.A.G.Vander Weyde. Ilmu Keperawatan Jilid I Edisi II Penerbit EGC.

4. Maklebust,J. & Magnan, M. (1991) Approaches to pasient and family education

for pressure ulser management decubitus.

5. Charpter, Personal Higiene, Penerbit EGC.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

BAB I

PENDAHULUAN


 

A Latar Belakang.

Tirah baring diartikan sebagai tinggal ditempat tidur untuk jangka waktu yang lama dan diharuskan. Kata "istirahat" berkenaan dengan hal ini agak kurang tepat karena kita selalu berfikiran bahwa ini diartikan dengan istirahat malam yang baik. Pada tirah baring sebenarnya bukan sesuatu yang dilakukan dengan sukarela.Individu tak secara wajar berfungsi diluar tempat tidur ini sebagai akibat dari berbagai gangguan fungsi ( gerak, bernafas, pengendalian syaraf ). Ini sebagi akibat dari penyakit (panas tinggi), kelemahan (lumpuh ).

Dekubitus adalah salah satu bahaya yang terbesar pada tirah baring. Dalam sehari-hari masyarakat menyebutkan sebagai "akibat tidur". Suatu luka dekubitus disebutkan oleh karena ada tekanan pada kulit.. Tak lama kemudian akan terlihat pada tempat-tempat yang mendapatkan tekanan, warna-warna kulit yang memutih.Jika penekanan ini hanya berlangsung untuk waktu sementara, maka tidak ada akibat-akibat yang merugikan bagi aliran darah. Pada penekanan yang berlangsung waktu yang lama, maka timbul masalah dalam peredaran zat-zat makanan dan zat asam yang harus disalurkan pada bagian bagian kulit. Yang mengalami penekan tadi, jaringan –jaringan yang tak mendapat cukup makanan dan zat asam tadi perlahan akan mati, dari sinilah kemudian timbul luka-luka dekubitus (Maklebust, 1991).

Back rub ( gosokan punggung ) adalah suatu bentuk massage pada punggung yang mempunyai tujuan untuk merelaksasi dan mengurangi tekanan . Gosokan dari prosedur ini akan menghasilkan panas pada permukaan kulit. Hal ini menyebabkan dilatasi pembuluh-pembuluh darah sehingga akan meningkatkan supplay darah kedaerah tersebut. Karena jaringan sering tertekan pada pasien yang istirahat di tempat tidur dan otot-otot biasanya relaksasi, stimulasi penting agar jaringan mendapatkan nutrisi dan oksigen.

Berdasarkan pengalaman peneliti selama melaksanakan tugas di Rumah Sakit dan hasil dari beberapa intervensi keperawatan yang dilakukan oleh perawat hanya melakukan motivasi dorongan kepada keluarga pasien untuk melakukan alih baring setiap 2 jam kearah kanan dan 2 jam kearah kiri. Tanpa melihat sejauh mana efektifitas keberhasilan dari alih baring tersebut, sementara pasien tetap terjadi dekubitus. Melihat kenyatan tersebut diatas dan sekaligus untuk mengetahui seberapa jauh efektifitas massage punggung, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang efektifitas massage punggung terhadap upaya pencegahan dekubitus pada pasien yang bed rest total. 50 % - 74 % dilaporkan untuk sering dipantau atau ditangani dengan baik.

Luka dibubitus adalah nekrosis seluler yang cenderung terjadi akibat kompresi berkepanjangan pada jaringan lunak antara tonjolan tulang dan permukaan yang padat , paling umum disebabkan karena imobilisasi. Faktor ektrinsik yang mengeluarkan kekuatan mekanisme yang pada jaringan lunak termasuk tekanan, gesekan, friksi, dan maserasi. Faktor Intrinsik yang menentukan kerentanan kerusakan jaringan mencakup malnutrisi, anemia, kehilangan sensasi, kerusakan mobilitas, usia lanjut, penurunan status mental, inkontinensia, dan infeksi. Faktor ektrinsik dan intrinsic berinteraksi untuk membentuk iskemia dan nekrosis jaringan lunak pada individu yang rentan. 80 % luka dicubitus yang sembuh terjadi lagi, banyak diantaranya karena ketidakberhasilan mempertahankan regimen pencegahan ulkus (Maklebust, 1991).


 

B. Perumusan Masalah.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : " Apakah massage punggung lebih efektif dalam apaya pencegahan dicubitus terhadap pasien yang mengalami bed rest total?".


 

C. Tujuan.

Tujuan Umum:

Mengetahui tindakan pencegahan secara kontinue terhadap penekanan yang terlalu lama, sehingga menyebabkan aliran/supply darah kejaringan terhambat.


 

Tujuan Khusus :

  1. Menganalisa massage punggung dapat memberikan efek relaksasi.
  2. Mempelajari tehnik massage punggung dapat merangsang aliran darah .
  3. Mengetahui, mengatasi dan meminimalisasi kejadian dicubitus.
  4. Meningkatkan pengetahuan perawat tentang tehnik massage punggung.

D. Manfaat Penelitian.

  1. Manfaat Teoritis.

    Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan menambah khasanah dunia keperawatan, khususnya dalam melakukan intervensi keperawatan terhadap pasien yang mengalami bed rest total dengan pemberian massage punggung yang aman, nyaman dan efektif.

  2. Manfaat Praktis.
    1. Institusi Rumah Sakit.

      Sebagai bahan masukan khususnya tentang prosedur tindakan terhadap pasien yang mengalami bed rest total. Sebagai Bahan masukan dalam pembuatan SAK.

    2. Bagi Penulis.

      Penelitian ini mempunyai manfaat untuk mengetahui efektifitas massage punggung terhadap upaya pencegahan dicubitus, sehingga dapat menjadi bekal bagi penulis dalam melaksanakan praktek asukan keperawatan yang aman dan nyaman untuk klien.


       

E. Keaslian Penelitian.

Bahwa penelitian ini belum pernah dilakukan penelitian, sehingga ingin sekali bagi penulis untuk mengetahui sejauhmana efektifitas massage pungung terhadap upaya pencegahan dicubitus pada pasien bed rest total.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA.


 

A. Kerangka Teori Penelitian.


  1.  


 

Faktor Internal:

  • Status gizi.


 


 


 

    


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Gambar 1. Kerangka Teori Penelitian.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

B. Kerangka Konsep Penelitian.


 

Berdasarkan landasan teori diatas maka dibentuk kerangka konsep penelitian yang dapat dijelaskan melalui gambar sebagai berikut :


 

    


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Variabel bebas Variabel pengganggu Variabel terikat


 


 

Gambar 2. Kerangka konsep Penelitian.


 


 


 


 

C. Variabel Penelitian.

1.Variabel bebas.

Variabel bebas adalah bed rest total.

2.Variabel pengganggu.

Variabel pengganggu adalah :

  • Penatalaksanaan dicubitus
  • Karakteristik penyakit.
  • Imobilisasi.
  • Nutrisi.
  • Pengetahuan perawat.

3.Variabel terikat.

Variabel terikat adalah dicubitus.

More aboutProposal skripsi Kesehatan, Tirah Baring

TUGAS MA METODELOGI PENELITIAN HUBUNGAN KELENGKAPAN PEMERIKSAAN PADA PASIEN PRE OPERATIF OLEH PERAWAT DENGAN SERING TERTUNDANYA JADUAL OPERASI DI IBS RSU BANYUMAS

Posted by devilito

TUGAS MA METODELOGI PENELITIAN

YUSRIANTI ROHMAH

005042

CONTOH RUMUSAN MASALAH :

HUBUNGAN KELENGKAPAN PEMERIKSAAN PADA PASIEN PRE OPERATIF OLEH PERAWAT DENGAN SERING TERTUNDANYA JADUAL OPERASI DI IBS RSU BANYUMAS.


 

Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan bahwa kelengkapan pemeriksaan pre operatif masih cukup tinggi yaitu : 3 %

Banyaknya operasi yang mengalami penundaan di RSU Banyumas, belum pernah dilakukan evaluasi oleh perawat, yang berhubungan dengan kelengkapan pemeriksaan sehingga muncul pertanyaan sebagai berikut, " Apakah kelengkapan pemeriksaan pada pasien pre operatif yang dilakukan oleh perawat berpengaruh terhadap sering tertundanya jadual operasi ?"


 

Tujuan Umum :

Mengetahui


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

TUGAS MA METODELOGI PENELITIAN

YUSRIANTI ROHMAH

005042

CONTOH RUMUSAN MASALAH:

GAMBARAN TENTANG KINERJA PERAWAT TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN.


 

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja perawat dapat memberikan motivasi yang tinggi , dan memberikan hal yang positif tentang gaya kepemimpinan. Namun demikian masih banyak yang beranggapan bahwa kinerja perawat tidak ada hubungannya dengan gaya kepemimpinan seseorang. Sehingga untuk membuktikan kebenarannya, dengan menggunakan populasi perawat yang memadai perlu dilakukan, khususnya terhadap perawat perawat yang kinerja kurang. Sehingga dari uraian ini dapat memunculkan pertanyaan penelitian sebagai berikut : "Apakah kinerja perawat dapat memberikan gambaran tentang gaya kepemimpinan ?".


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

TUGAS MA METODELOGI PENELITIAN

PROGRAM SARJANA KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

2005


 

JUDUL


 

  1. EFEKTIFITAS MASSAGE PUNGGUNG DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEJADIAN DICUBITUS PADA PASIEN BED REST TOTAL DIRUANG BOUGENVIL RSU BANYUMAS.


 

  1. EFEKTIFITAS MASSAGE PUNGGUNG DAN ALIH BARING DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEJADIAN DICUBITUS PADA PASIEN BED REST TOTAL DIRUANG PENYAKIT DALAM RSU BANYUMAS.


 

More aboutTUGAS MA METODELOGI PENELITIAN HUBUNGAN KELENGKAPAN PEMERIKSAAN PADA PASIEN PRE OPERATIF OLEH PERAWAT DENGAN SERING TERTUNDANYA JADUAL OPERASI DI IBS RSU BANYUMAS

Contoh Surat Pernyataan Kesanggupan mengganti barang / alat yang rusak

Posted by devilito

SURAT PERNYATAAN


 


 

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama             :

NIP            :

Jabatan        :

Unit Kerja        :

Dengan ini menyatakan kesanggupan untuk mengganti alat tersebut sehubungan alat tersebut telah rusak dikarenakan kelalainnya dalam meggunakan alat tersebut. Dan pernyataan ini saya buat dengan sesunguh- sungguhnya , agar dilain waktu saya akan lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan alat-alat yang lainnya. Demikian pernyataan ini saya buat.


 

Banyumas 2005

Yang menyatakan


 


 


 

( )


 

More aboutContoh Surat Pernyataan Kesanggupan mengganti barang / alat yang rusak

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH

Posted by devilito

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH


 


 


 


 


 


 


 


 

Oleh :

Nama 

: Bambang R 

NIM 

: 005041 

Kelompok 

: V 

Asisten 

: Hayra 


 


 


 


 


 


 


 


 

PROGRAM PENDIDIKAN NERS

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PURWOKERTO

2005


 

BAB I

PENDAHULUAN


 

PEMERIKSAAN GLUKOSE DARAH


 

1.     PELAKSANAAN

    Hari    : Senin

    Tanggal     : 19 September 2005

    Jam    : 15.00 s/d 18.00 Wib.

    Asisten    : Hayra


 

2.     TUJUAN PRAKTIKUM

  1. Mengetahui dan menjelaskan manfaat pemeriksaan glukosa darah untuk menegakan diagnosa penyakit Diabites melitus
  2. Mengukur kadar glukosa darah dengan GOD-PAP
  3. Menyimpulkan hasil pemeriksaan glukose darah pada saat praktikum setelah membandingkan dengan nilai normal


 

3.     DASAR TEORI

    Glukosa diperlukan sebagai sumber energi terutama bagi sistem syaraf dan eritrosit. Glukose juga dibutuhkan di dalam jaringan adipose sebagai sumber gliserida-glisero, dan mungkin juga berperan dalam mempertahankan kadar senyawa antara pada siklus asam sitrat di dalam banyak jaringan tubuh.

    Glukose sebagian besar diperoleh dari manusia, kemudian dibentuk dari berbagai senyawa glukogenik yang mengalami glukogenesis lalu juga dapat dibentuk dari glikogen hati melalui glikogenolsis.

    Proses mempertahankan kadar glukosa yang stabil didalam darah merupakan salah satu mekanisme homeostasis yang diatur paling halus dan juga menjadi salah satu mekanisme di hepar, jaringan ekstrahepatik serta beberapa hormon. Hormon yang mengatur kadar glukosa darah adalah insulin dan glukagon. Insulin adalah suatu hormon anabolik, merangsang sintesis komponen makromolekuler sel dan mengakibatkan penyimpanan glukosa. Glukagon adalah suatu katabolik, membatasi sintesis makromolekuler dan menyebabkan pengeluaran glukosa yang disimpan. Peningkatan glukosa dalam sirkulasi mengakibatkan peningkatan kosentrasi glukosa dalam sirkulasi mengakibatkan peningkatan sekresi insulin dan pengurangan glukagon, demikian sebaliknya.


 

4.     BAHAN DAN ALAT

  1. Bahan
    1. Reagen GOD-PAP
    2. Reagen standard glukosa
    3. Serum sampel
    4. Serum kontrol
      1. Alat
        1. Tabung reaksi ukuran 5 ml
        2. Rak tabung reaksi
        3. Pipet ukuran 30 mL dan 1000 mL
        4. Spektofotometer
        5. Kupet
        6. Tourniquet
        7. Blue tip
        8. Yellow tip
        9. Cawan Petri
        10. Kapas
        11. Eppendorf
        12. Sentrifugator
        13. Spuit
        14. Tissu
        15. Erlemeyer
        16. Kertas label
        17. Sarung tangan
        18. Baki
    5. METODE

Metode yang digunakan adalah metode GOD-PAP


 

6.    CARA KERJA

  1. Empat buah tabung reaksi ukuran 5 ml, masing-masing diberi label RB (Reagen Blanko), STD (Reagen Standar), SPL (Reagen Sampel) SK (Serum Kontrol)
  2. Tabung RB diberi 3000 mL reagen GOD-PAP.
  3. Tabung STD diberi 30 mL reagen standar glukosa dan ditambah dengan 3000 mL reagen GOD-PAP , dicampur hingga homogen.
  4. Tabung SPL diberi 30 mL serum dan ditambah dengan 3000 mL reagen GOD-PAP, di campur hingga homogen.
  5. Tabung SK di beri 30 mL serum kontrol dan ditambah 3000 mL reagen GOD-PAP, di campur hingga homogen.
  6. Masing-masing di inkubasi selama 15 menit pada suhu kamar.
  7. Absorbansi (DA) standar dan Abs sampel di ukur
    terhadap reagen blanko (RB) dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 546 nm.


 

PENGUKURAN TERHADAP REAGEN BLANKO

 

RB 

STD 

SPL 

SK 

Sample (ul)

  

30 

 

Standar (ul) 

 

30 

  

Kontrol (ul) 

   

30 

Reagen 

3.000 

3.000 

3.000 

3.000 

Campur, inkubasi 15 menit (20-25 0C) ukur dengan spetrofotometer pada panjang gelombang 546 nm Abs (DA) standar A (STD), sampel A (SPL), kontrol A (SK) terhadap blanko reagen (RB) dalam 10 menit.


 


 


 


 


 

7.     RUMUS PERHITUNGAN DAN HASIL

  1. Rumus Perhitungan


 

b. Linearitas

Batas linearitas alat sampai dengan kadar 700 mg/dl sehingga hasil yang lebih tinggi dari angka tersebut, serum harus di encerkan dengan Na Cl 0,9 % dengan perbandingan 1 : 1 hasil dikalikan dengan 2. (dua).


 

c. Hasil ( Nilai Normal)

Serum atau plasma = 75 – 115 mg/dl atau 4,2 – 6,4 m mol/l


 

BAB II

HASIL DAN PEMBAHASAN


 

1.     Hasil Pengamatan

    Pada praktikum pemeriksaan kadar glukosa yang dilakukan pada Tn. D dengan jenis kelamin laki-laki, umur 32 tahun pada hari Senin tanggal 19 September 2005 dihasilkan data sebagai berikut :


 

LARUTAN 

ABSORBANSI 

DA

Reagen Blanko (RB) 

0,013 

Reagen Standard (STD) 

0,156 

0,143 

Reagen Sampel (SPL)

0,125 

0,112 

Serum Kontrol (SK) 

0,270 

0,257 


 

Hasil Pengamatan Perubahan Warna

LARUTAN 

Warna Awal 

Warna Akhir 

Reagen Blanko (RB) 

Orange muda 

Orange muda 

Reagen Standard (STD) 

Orange muda 

Pink 

Reagen Sampel (SPL) 

Orange muda 

Pink 

Serum Kontrol (SK)

Orange muda 

Pink 


 

Hasil pengamatan menunjukan bahwa tabung serum sampel terhadap tabung standar tidak terjadi perubahan warna , hal ini menunjukan hasil normal


 

2.     Perhitungan

    
 

                


 


 


 

  1. Pembahasan

    Pelaksanaan praktikum dilakukan pada Tn. D berumur 32 tahun. Cara pertama yang dilakukan adalah mengambil darah Tn. D melalui vena (vena mediana cubiti) sebanyak 3 cc. Kemudian darah dimasukkan kedalam Eppendorf yang berisi EDTA. Selanjutnya darah yang berada pada Eppendorf dicampur sampai larut agar tidak lisis.

    Disediakan tabung reaksi ukuran 5 ml sebanyak 4 buah. Kemudian diberi label : RB, STD, SPL, dan SK. Untuk Tabung Reagen Blangko (RB) dan Tabung Serum Standar (STD) disediakan oleh pembimbing. Kami hanya menyediakan Tabung Serum Kontrol (SK) dan Tabung Reagen Sampel (SPL) masing-masing tabung diberi reagen GOD-PAP sebanyak 3000 mL.

    Darah sampel yang berada di Eppendorf disentrifus selama 10 menit dengan sentrifugator pada kecepatan 4000 rpm. Hasil berupa gumpalan darah dibawah dan serum berwarna kekuningan jernih dibagian atas. Serum diambil dengan mikro pipet sebanyak 30 mL dan ditambahkan pada tabung berlabel SPL, kemudian tabung berlabel STD ditambah reagen standar glukosa 30 mL. Tabung didiamkan selama 15 menit, kemudian diukur absorbansinya dengan spektrofotometer pad panjang gelombang 546 nm.

    Hasil pengukuran absorbansi reagen blangko adalah 0,013, reagen standar 0,156, reagen sampel 0,125 dan serum kontrol 0,270, sedangkan kadar serum sampel 78,32 mg/dl, kadar serum kontrol 179,72 mg/dl (seharusnya hasil kadar serum sampel = 30-110 mg/dl).

    Hasil perhitungan kadar serum sampel tersebut jika dibandingkan dengan hasil kadar glukosa sewaktu (< 160 mg/dl) maka dapat disimpulkan bahwa serum Tn. D pada praktikum ini mempunyai kadar glukosa normal sedangkan pada serum kontrol didapat hasil yang tinggi karena dimungkinkan ada kesalahan teknis, pada saat pengambilan reagen; sambungan kuvet tidak rapat (kendor) sehingga ukuran kurang akurat.


 

BAB III

KESIMPULAN


 

  1. Pemeriksaan glukosa darah dapat digunakan untuk menegakan diagnisa penyakit Diabetes Mellitus.
  2. Pengukuran kadar glukosa darah dengan GOD-PAP pada saat praktikum menghasilkan :

    Kadar glukosa serum sampel = 78,32 mg/dl

    Kadar lukosa serum kontrol = 179,72 mg/dl

  3. Hasil pemeriksaan glukosa darah pada saat praktikum adalah 78,32 mg/dl, sedangkan nilai kontrol adalah 75-115 mg/dl. Hal ini menunjukkan bahwa kadar glukosa Tn. D normal.

    Pada glukosa serum kontrol pada saat praktikum adalah 179,72 mg/dl, sedangkan nilai normal serum ditentukan pembimbing antara 30-110 mg/dl kemungkinan kesalahan teknis, pada saat pengambilan reagen; sambungan kuvet tidak rapat (kendor) sehingga ukuran kurang akurat.

  4. Pada intinya kami sudah bisa memeriksa kadar glukosa darah dan mengetahui nilai normalnya

    
 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

LAMPIRAN

Pertanyaan :

  • Kenapa pada kadar glucose meningkat tapi test urine negative.

    Jawaban :

  • Karena adanya kerusakan di glomerulus membrane busul tebal sehingga glucose tidak bias tersaring.
  • Sensitivitas alat reagen stik baru dapat mendeteksi positif pada urine ketika kadar glucose telah mencapai 200 mg/dl atau lebih.

2.Cara mendiagnosa awal Diabites Milites selain mamakai pemeriksaan reduksi urine

    Jawaban :

  1. Dengan cara anamnesa yaitu :

@ Adanya 3 P

  • Polidipsy
  • Poliuri
  • Polipagi

            @ Riwayat Keluarga

            @ Riwayat penyakit Pankreatitis

            @ Penurunan Berat Badan


 

  1. Dengan pemeriksaan HbAic dimana pasien Diabites Militus puncak HbAic mewakili 14% Hemoglobin total, pada orang normal HbAic = 5% sampai 9% hemoglobin total


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

DAFTAR PUSTAKA


 

  1. Robert K. Murray dkk. Glukoneogenesis dan Pengotrolan Kadar Glukosa Darah. Biokimia Harper Jakarta : EGC, 2003: 195-204
    1. Arthur C Guyton. Bab Insulin, Glukogen , dan Diabitus Millitus,

    Fisilogi Kedokteran Jakarta. EGC, 1997 : 711 - 723


 


 

More aboutLAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH

Test koneksi menggunakan gratis 1mb per hari dari vendor XL

Posted by devilito

I don't know why there are so much trouble on xl gprs who said that there is a free 1 megabyte per day on combo packet.

Sigh L …. Sudah menyerah mengusahakan penggunaan 1mb free perharinya dengan hasil akhirnya yang mengecewakan (karena gak bias OL babar Blas)

Why should there are so many lies on telecom vendor? What about Axis, GSM yang Baik? 10 MB per hari? Gratis? Kebetulan ga ada dokat samsek buwat beli perdana axis.. so ..

Sigh

Penipu semuakah.. tanpa tapi?

Akhirnya daku memakai simerah yang benar-benar asli (katanya), walaupun untuk paket data terbaik di antara paket data murah yang lain IM3 dan Three konon termasuk tidak mengecewakan. Tetapi lagi-lagi masalah perdana, perdana IM3ku sudah kupatah-patahkan sampai betul-betul fraktur.. dikarenakan terbakar cemburu.

Walhasil lets try si Merah Simpati dari Telkomsel! wakwakwkakwka

More aboutTest koneksi menggunakan gratis 1mb per hari dari vendor XL

Silabus SMP bahasa daerah kelas VIII semester I bahasa Jawa

Posted by devilito on Saturday, April 3, 2010

SILABUS


 

Nama Sekolah        : SMP PGRI 2 Somagede

Mata Pelajaran    : Bahasa Jawa    

Kelas/Semester    : VIII/I


 

Standar Kompetensi 1 : Mendengarkan

Kompetensi Dasar

Materi Pembelajaran

Indikator

Kegiatan Pembelajaran

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

1.1 Mendengarkan dan memahami isi berita (misal : rekaman siaran berita dalam bahasa jawa, berita media masa bahasa jawa yang dibacakan, dsb)

Warto

  • Mampu menuliskan pokok-pokok berita
  • Mampu memberikan tanggapan terhadap berita yang didengar
  • Mampu menjawab pertanyaan bacaan/berita
  • Mendengarkan berita yang dibacakan
  • Menulis isi pokok-pokok berita
  • Tertulis
  • Praktek

2 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

1.2 Mendengarkan dan memahami iklan (misal : iklan obat, alat pertanian, dsb)

Iklan obat

  • Mampu memberikan tanggapan tentang iklan yang didengar
  • Mampu menuliskan maksud iklan
  • Mampu menjawab pertanyaan bacaan/iklan yang didengar
  • Mendengarkan iklan obat yang dibacakan
  • Menuliskan maksud iklan obat
  • Memberikan tanggapan terhadap iklan
  • Tertulis
  • Praktek

1 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

1.1 Mendengarkan dan memahami isi berita (misal : rekaman siaran berita dalam bahasa jawa, berita media masa bahasa jawa yang dibacakan, dsb)

Bacaan berita

  • Mampu menuliskan pokok-pokok berita
  • Mampu menjawab pertanyaan bacaan/berita
  • Mendengarkan berita yang dibacakan
  • Menuliskan isi pokok-pokok berita
  • Menjawab pertanyaan berita
  • Tertulis
  • Lisan

1 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

1.1 Mendengarkan dan memahami isi berita (misal : rekaman siaran berita dalam bahasa jawa, berita media masa bahasa jawa yang dibacakan, dsb)

Berita radio

  • Mampu memberikan tanggapan terhadap berita yang didengar
  • Mampu menjawab pertanyaan bacaan/berita
  • Mendengarkan berita yang dibacakan
  • Memberikan tanggapan/pendapat mengenai berita yang dibacakan
  • Menceritakan isi berita yang dibacakan
  • Tertulis
  • Lisan

2 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

1.5 Mendengarkan dan memahami cerita yang dibacakan (misal : cerita lakon wayang, cerita rakyat, cerita pendek, dsb)

Cerita wayang

  • Mampu menjawab pertanyaan bacaan
  • Mampu menceritakan kembali cerita yang didengar dengan bahasa sehari-hari atau dalam ragam tertentu, misal : krama,ngoko,dsb.
  • Mampu menuliskan ringkasan cerita yang didengar.
  • Mendengarkan cerita wayang yang dibacakan
  • Menjawab pertanyaan dari cerita wayang yang dibacakan
  • Menceritakan kembali cerita wayang yang didengar dengan basa ngoko
  • Tertulis
  • Lisan

2 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan


 

Standar Kompetensi 2 : Berbicara

Kompetensi Dasar

Materi Pembelajaran

Indikator

Kegiatan Pembelajaran

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

2.1 Menyampaikan informasi dengan berpidato (misal : berpidato dalam forum rapat, perhelatan, upacara peringatan, dsb)

Pidato

  • Mampu menuliskan pokok-pokok pidato dalam berbagai ragam bahasa jawa, termasuk dialek.
  • Mampu menuliskan naskah pidato dalam berbagai ragam bahasa jawa termasuk dialek
  • Memiliki keberanian dan mampu berpidato dengan lafal, intonasi,dan irama yang sesuai dalam berbagai ragam bahasa jawa, termasuk dialek.
  • Menulis pidato
  • Berpidato sesuai tema yang dibuat
  • Mengkritisi pidato teman
  • Tertulis
  • Praktek

2 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

2.2 Berdialog (melakukan percakapan) dengan orang tua/yang le bih tua (misal : bertanya/menanyakan sesuatu, menyampaikan pesan, undangan lisan,dsb)

Dialog

  • Mampu berkomunikasi atau bertanyajawab dengan orang tua/yang lebih tua sesuai konteks pembicaraan dan unggah-ungguh basa yang benar
  • Melakukan dialog
  • Mempraktekan dialog yang dibuat di depan kelas
  • Tertulis
  • Praktek

2 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

2.3 Berdialog (melakukan percakapan) dengan orang tua/yang lebih tua (misal : bertanya/menanyakan sesuatu, menyampaikan pesan, undangan lisan, dsb)

Percakapan

  • Mampu menyampaikan pesan/undangan lisan kepada orangtua/yang lebih tua sesuai dengan unggah-ungguh basa yang benar.
  • Mampu berkomunikasi atau bertanya jawab dengan orangtua/yang lebih tua sesuai konteks pembicaraan dan unggah-ungguh basa yang benar.
  • Membuat contoh percakapan
  • Mempraktekkan percakapan
  • Tertulis
  • Praktek

1 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

2.4 Berdialog (melakukan percakapan) dengan orang tua/yang lebih tua (misal : bertanya/menanyakan sesuatu, menyampaikan pesan, undangan lisan, dsb)

Percakapan

  • Mampu berkomunikasi atau bertanya jawab dengan orangtua/yang lebih tua sesuai dengan konteks pembicaraan dan unggah-ungguh basa yang benar.
  • Melakukan percakapan
  • Tertulis
  • Praktek

1 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

2.5 Bercerita tentang pengalaman pribadi (misal : berkemah,bertamasya, perpisahan kelas, atau pengalaman lain yang menarik.

 
  • Mampu menulis cerita pengalaman pribadi dalam berbagai ragam bahasa jawa termasuk dialek
  • Mampu menceritakan pengalaman pribadi yang menarik
  • Bercerita tentang pengalaman misalkan pengalaman waktu berkemah atau lainnya.

Praktek

2 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan


 

Standar Kompetensi 3 : Membaca

Kompetensi Dasar

Materi Pembelajaran

Indikator

Kegiatan Pembelajaran

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

3.1 Membaca dan memahami bacaan sederhana berhuruf jawa kurang lebih 10 kalimat (2 alinea)

Bacaan berhuruf jawa

  • Mampu membaca lancar bacaan berhuruf jawa
  • Mampu menyalin bacaan ke dalam huruf latin
  • Membaca bacaan berhuruf jawa
  • Menyalin bacaan ke dalam huruf latin
  • Menjelaskan isi bacaan

Tertulis

2 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

3.2 Membaca dan memahami bacaan sederhana berhuruf jawa kurang lebih 10 kalimat (2 alinea)

Bacaan berhuruf jawa

  • Mampu membaca lancar bacaan berhuruf jawa
  • Mampu menyalin bacaan ke dalam huruf latin
  • Mampu menjawab pertanyaan bacaan
  • Membaca bacaan berhuruf jawa
  • Menjawab pertanyaan bacaan
  • Menyalin bacaan ke dalam huruf latin
  • Tertulis
  • Lisan

2 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

3.3 Membaca bacaan sastra (Misal : guritan,cerkak,dsb)

Geguritan

  • Mampu membaca indah sebuah guritan (sesuai dengan teknik baca guritan)
  • Mampu menceritakan isi guritan baik secara lisan maupun tertulis dengan berbagai ragam bahasa jawa
  • Mampu memprosakan guritan
  • Membaca guritan dengan teknik baca guritan
  • Menceritakan isi guritan
  • Mengubah guritan menjadi prosa
  • Praktek
  • Tertulis

2 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

3.4 Membaca dalam hati (tak bersuara) teks bacaan sastra (Misal : lakon wayang,cerita rakyat,dsb)

Bacaan cerita wayang

  • Mampu menceritakan kembali isi bacaan dengan bahasa sehari-hari atau ragam lain, misal : krama, ngoko.
  • Mampu menjawab pertanyaan bacaan baik secara tertulis maupun lisan
  • Membaca cerita wayang
  • Menjawab pertanyaan bacaan
  • Menceritakan kembali isi bacaan
  • Menyebutkan nilai-nilai yang terkandung
  • Tertulis
  • Lisan

3 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

3.2 Membaca dan memahami bacaan sederhana berhuruf jawa kurang lebih 10 kalimat (2 alinea)

Bacaan berhuruf jawa

  • Mampu membaca lancar bacaan berhuruf jawa
  • Mampu menyalin bacaan ke dalam huruf latin
  • Membaca bacaan berhuruf jawa
  • Menyalin huruf jawa menjadi huruf latin
  • Praktek

Tertulis

3 x 40 menit

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan


 

Standar Kompetensi 4 : Menulis

Kompetensi Dasar

Materi Pembelajaran

Indikator

Kegiatan Pembelajaran

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

4.1 Menulis surat undangan

4.2 Menulis surat undangan

4.3 Menulis surat undangan

Surat Undangan

Surat Undangan

Surat Undangan

  • Mampu menulis surat undangan
  • Mampu menulis surat undangan
  • Mampu menulis surat undangan
  • Membuat surat undangan
  • Membuat surat undangan resmi
  • Membuat surat undangan untuk kegiatan sekolah

Praktek

Praktek

Praktek

1x40 mnt

1x40 mnt

1x40 mnt

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

4.4 Menulis surat undangan

Surat Undangan

  • Mampu menulis surat undangan
  • Menyebutkan bagian-bagian surat undangan
  • Membuat surat balasan resmi

Tertulis

Praktek

1x40 mnt

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

4.5 Menulis tentang keterampilan hidup (misal : kerajinan tangan, membuat sesuatu, memperbaiki sesuatu, dsb)

Membuat kerajinan tangan

  • Mampu menulis tentang keterampilan hidup dalam berbagai ragam bahasa jawa
  • Membaca bacaan tentang kerajinan tangan
  • Membuat karangan tentang kerajinan tangan

Tertulis

4x40 mnt

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan


 

Standar Kompetensi 5 : Apresiasi Sastra

Kompetensi Dasar

Materi Pembelajaran

Indikator

Kegiatan Pembelajaran

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

5.1 Mengapresiasikan susastra jawa (misal : cerita wayang, ketoprak, dsb)

Cerita ketoprak

  • Mampu menjelaskan sifat terpuji tokoh
  • Mampu menjelaskan dan menuliskan nilai-nilai ajaran yang tertuang dalam cerita
  • Membaca cerita ketoprak
  • Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita ketoprak
  • Menjelaskan dan menuliskan nilai-nilai ajaran yang tertuang dalam cerita

Tertulis

Lisan

4x40 mnt


 

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

5.2 Mengapresiasi tembang macapat

Tembang macapat Megatruh

  • Mampu menembangkan tembang macapat
  • Mampu menceritakan dan menuliskan isi tembang macapat
  • Menembangkan tembang macapat
  • Menulis isi tembang macapat
  • Menceritakan isi tembang macapat

Praktek

Tertulis


 

1x40 mnt

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

5.3 Mengapresiasi tembang macapat

Tembang macapat sinom

  • Mampu menembangkan tembang macapat
  • Mampu menceritakan dan menuliskan isi tembang macapat
  • Menembangkan tembang macapat
  • Menceritakan isi tembang macapat

Tertulis

Praktik

1x40 mnt

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

5.4 Mengapresiasi tembang macapat

Tembang macapat pangkur

  • Mampu menembangkan tembang macapat
  • Mampu menceritakan dan menuliskan isi tembang macapat
  • Menembangkan tembang macapat
  • Menuliskan isi dari tembang macapat

Tertulis

Praktik

1x40 mnt

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan

5.5 Mengapresiasi susastra jawa (misal : cerita wayang, ketoprak, dsb)

Cerita wayang

  • Mampu menceritakan kembali tokoh cerita wayang epos Ramayana baik secara tertulis maupun lisan dengan berbagai ragam bahasa jawa
  • Mampu membuat ringkasan cerita Ramayana
  • Membaca cerita wayang
  • Menceritakan kembali isi cerita wayang secara lisan
  • Membuat ringkasan cerita ramayana

Tertulis

Lisan

1x40 mnt

  • Buku Padha Seneng Basa Jawa IX
  • Buku lain yang relevan


 


 


 


 


 

    Mengetahui    Somagede, Juli 2009

    Kepala Sekolah    Guru Mata Pelajaran


 


 


 

    SYAKIM HIDAYAT    WARTINI, S.Pd

More aboutSilabus SMP bahasa daerah kelas VIII semester I bahasa Jawa