Monday, April 5, 2010

Contoh soal SOAL dan jawaban BIOKIMIA dr JOKO


SOAL BIOKIMIA dr JOKO.

 

  1. Enzim yang berperan dalam penggabungan 2 senyawa dengan menggunakan energi pemecahan ikatan piro fosfat ATP atau sebangsanya diklasifikasikan sebagai enzim : LIGASE.
  2. Enzim ini adalah factor yang mempunyai enzimatis kecuali : TRANFERASE
  3. Enzim yang mengkatalisasi reaksi pemindahan gugus selain H diklasifikasikan sebagai enzim : KONSTANTE EQUIVALEN.

Proposal skripsi Kesehatan, Tirah Baring


DAFTAR PUSTAKA

 

 
1. Lynda Juall Carpenito, Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan, Edisi II
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
2. W.KAHLE.H.LEON HARDT.W PLAZER.Penerbit buku Kedokteran
Oleh Helmut Leonhardt Alih Bahasa : Dr. H. TONANG.
3. P.J.M Stevens. ,G.I.Almekinders, F. Bordui, J.Caris, W.E.Vander Meer,
J.A.G.Vander Weyde. Ilmu Keperawatan Jilid I Edisi II Penerbit EGC.
4. Maklebust,J. & Magnan, M. (1991) Approaches to pasient and family education
for pressure ulser management decubitus.
5. Charpter, Personal Higiene, Penerbit EGC.

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A Latar Belakang.
Tirah baring diartikan sebagai tinggal ditempat tidur untuk jangka waktu yang lama dan diharuskan. Kata "istirahat" berkenaan dengan hal ini agak kurang tepat karena kita selalu berfikiran bahwa ini diartikan dengan istirahat malam yang baik. Pada tirah baring sebenarnya bukan sesuatu yang dilakukan dengan sukarela.Individu tak secara wajar berfungsi diluar tempat tidur ini sebagai akibat dari berbagai gangguan fungsi ( gerak, bernafas, pengendalian syaraf ). Ini sebagi akibat dari penyakit (panas tinggi), kelemahan (lumpuh ).
Dekubitus adalah salah satu bahaya yang terbesar pada tirah baring. Dalam sehari-hari masyarakat menyebutkan sebagai "akibat tidur". Suatu luka dekubitus disebutkan oleh karena ada tekanan pada kulit.. Tak lama kemudian akan terlihat pada tempat-tempat yang mendapatkan tekanan, warna-warna kulit yang memutih.Jika penekanan ini hanya berlangsung untuk waktu sementara, maka tidak ada akibat-akibat yang merugikan bagi aliran darah. Pada penekanan yang berlangsung waktu yang lama, maka timbul masalah dalam peredaran zat-zat makanan dan zat asam yang harus disalurkan pada bagian bagian kulit. Yang mengalami penekan tadi, jaringan –jaringan yang tak mendapat cukup makanan dan zat asam tadi perlahan akan mati, dari sinilah kemudian timbul luka-luka dekubitus (Maklebust, 1991).

TUGAS MA METODELOGI PENELITIAN HUBUNGAN KELENGKAPAN PEMERIKSAAN PADA PASIEN PRE OPERATIF OLEH PERAWAT DENGAN SERING TERTUNDANYA JADUAL OPERASI DI IBS RSU BANYUMAS


TUGAS MA METODELOGI PENELITIAN

005042
CONTOH RUMUSAN MASALAH :
HUBUNGAN KELENGKAPAN PEMERIKSAAN PADA PASIEN PRE OPERATIF OLEH PERAWAT DENGAN SERING TERTUNDANYA JADUAL OPERASI DI IBS RSU B.

 

Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan bahwa kelengkapan pemeriksaan pre operatif masih cukup tinggi yaitu : 3 %
Banyaknya operasi yang mengalami penundaan di RSU B, belum pernah dilakukan evaluasi oleh perawat, yang berhubungan dengan kelengkapan pemeriksaan sehingga muncul pertanyaan sebagai berikut, " Apakah kelengkapan pemeriksaan pada pasien pre operatif yang dilakukan oleh perawat berpengaruh terhadap sering tertundanya jadual operasi ?"

Contoh Surat Pernyataan Kesanggupan mengganti barang / alat yang rusak


Musibah bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa direncana, karenanya bisa saja kita suatu saat mengalami nasib nahas, yakni barang yang kita pakai, atau pinjam rusak. Konsekwensi umumnya ialah si pemakai mengganti barang yang dirusakkan tersebut senilai dengan harga barang tersebut di pasaran saat itu. Berikut adalah contoh surat pernyataan kesanggupan mengganti barang atau alat yang rusak. Akan tetapi hendaknya waspada senantiasa karena tetap ada saja yang memancing di air keruh, mengharap keuntungan di balik penderitaan manusia lainnya.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH


LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH


 

 

 

 

 

 


 

 

Oleh :
Nama : Bambang R 
NIM : 005041 
Kelompok : V 
Asisten : Hayra 

 


 


 


 


 


 


 


 

PROGRAM PENDIDIKAN NERS
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2005

 
BAB I
PENDAHULUAN

 
PEMERIKSAAN GLUKOSE DARAH

 

1.     PELAKSANAAN
    Hari    : Senin
    Tanggal     : 19 September 2005
    Jam    : 15.00 s/d 18.00 Wib.
    Asisten    : Hayra

 

2.     TUJUAN PRAKTIKUM
  1. Mengetahui dan menjelaskan manfaat pemeriksaan glukosa darah untuk menegakan diagnosa penyakit Diabites melitus
  2. Mengukur kadar glukosa darah dengan GOD-PAP
  3. Menyimpulkan hasil pemeriksaan glukose darah pada saat praktikum setelah membandingkan dengan nilai normal

 

3.     DASAR TEORI
    Glukosa diperlukan sebagai sumber energi terutama bagi sistem syaraf dan eritrosit. Glukose juga dibutuhkan di dalam jaringan adipose sebagai sumber gliserida-glisero, dan mungkin juga berperan dalam mempertahankan kadar senyawa antara pada siklus asam sitrat di dalam banyak jaringan tubuh.
    Glukose sebagian besar diperoleh dari manusia, kemudian dibentuk dari berbagai senyawa glukogenik yang mengalami glukogenesis lalu juga dapat dibentuk dari glikogen hati melalui glikogenolsis.
    Proses mempertahankan kadar glukosa yang stabil didalam darah merupakan salah satu mekanisme homeostasis yang diatur paling halus dan juga menjadi salah satu mekanisme di hepar, jaringan ekstrahepatik serta beberapa hormon. Hormon yang mengatur kadar glukosa darah adalah insulin dan glukagon. Insulin adalah suatu hormon anabolik, merangsang sintesis komponen makromolekuler sel dan mengakibatkan penyimpanan glukosa. Glukagon adalah suatu katabolik, membatasi sintesis makromolekuler dan menyebabkan pengeluaran glukosa yang disimpan. Peningkatan glukosa dalam sirkulasi mengakibatkan peningkatan kosentrasi glukosa dalam sirkulasi mengakibatkan peningkatan sekresi insulin dan pengurangan glukagon, demikian sebaliknya.

 
4.     BAHAN DAN ALAT
  1. Bahan
    1. Reagen GOD-PAP
    2. Reagen standard glukosa
    3. Serum sampel
    4. Serum kontrol
      1. Alat
        1. Tabung reaksi ukuran 5 ml
        2. Rak tabung reaksi
        3. Pipet ukuran 30 mL dan 1000 mL
        4. Spektofotometer
        5. Kupet
        6. Tourniquet
        7. Blue tip
        8. Yellow tip
        9. Cawan Petri
        10. Kapas
        11. Eppendorf
        12. Sentrifugator
        13. Spuit
        14. Tissu
        15. Erlemeyer
        16. Kertas label
        17. Sarung tangan
        18. Baki
    5. METODE
Metode yang digunakan adalah metode GOD-PAP

 
6.    CARA KERJA
  1. Empat buah tabung reaksi ukuran 5 ml, masing-masing diberi label RB (Reagen Blanko), STD (Reagen Standar), SPL (Reagen Sampel) SK (Serum Kontrol)
  2. Tabung RB diberi 3000 mL reagen GOD-PAP.
  3. Tabung STD diberi 30 mL reagen standar glukosa dan ditambah dengan 3000 mL reagen GOD-PAP , dicampur hingga homogen.
  4. Tabung SPL diberi 30 mL serum dan ditambah dengan 3000 mL reagen GOD-PAP, di campur hingga homogen.
  5. Tabung SK di beri 30 mL serum kontrol dan ditambah 3000 mL reagen GOD-PAP, di campur hingga homogen.
  6. Masing-masing di inkubasi selama 15 menit pada suhu kamar.
  7. Absorbansi (DA) standar dan Abs sampel di ukur
    terhadap reagen blanko (RB) dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 546 nm.

 

PENGUKURAN TERHADAP REAGEN BLANKO
RB STD SPL SK 
Sample (ul)30 
Standar (ul) 30 
Kontrol (ul) 30 
Reagen 3.000 3.000 3.000 3.000 
Campur, inkubasi 15 menit (20-25 0C) ukur dengan spetrofotometer pada panjang gelombang 546 nm Abs (DA) standar A (STD), sampel A (SPL), kontrol A (SK) terhadap blanko reagen (RB) dalam 10 menit.

 


 


 


 


 

7.     RUMUS PERHITUNGAN DAN HASIL
  1. Rumus Perhitungan


 
b. Linearitas
Batas linearitas alat sampai dengan kadar 700 mg/dl sehingga hasil yang lebih tinggi dari angka tersebut, serum harus di encerkan dengan Na Cl 0,9 % dengan perbandingan 1 : 1 hasil dikalikan dengan 2. (dua).

 
c. Hasil ( Nilai Normal)
Serum atau plasma = 75 – 115 mg/dl atau 4,2 – 6,4 m mol/l

 

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

 
1.     Hasil Pengamatan
    Pada praktikum pemeriksaan kadar glukosa yang dilakukan pada Tn. D dengan jenis kelamin laki-laki, umur 32 tahun pada hari Senin tanggal 19 September 2005 dihasilkan data sebagai berikut :

 
LARUTAN 
ABSORBANSI 
DA
Reagen Blanko (RB) 
0,013 
Reagen Standard (STD) 
0,156 
0,143 
Reagen Sampel (SPL)
0,125 
0,112 
Serum Kontrol (SK) 
0,270 
0,257 

 
Hasil Pengamatan Perubahan Warna
LARUTAN 
Warna Awal 
Warna Akhir 
Reagen Blanko (RB) 
Orange muda 
Orange muda 
Reagen Standard (STD) 
Orange muda 
Pink 
Reagen Sampel (SPL) 
Orange muda 
Pink 
Serum Kontrol (SK)
Orange muda 
Pink 

 

Hasil pengamatan menunjukan bahwa tabung serum sampel terhadap tabung standar tidak terjadi perubahan warna , hal ini menunjukan hasil normal

 

2.     Perhitungan
   
 

                

 


 


 

  1. Pembahasan
    Pelaksanaan praktikum dilakukan pada Tn. D berumur 32 tahun. Cara pertama yang dilakukan adalah mengambil darah Tn. D melalui vena (vena mediana cubiti) sebanyak 3 cc. Kemudian darah dimasukkan kedalam Eppendorf yang berisi EDTA. Selanjutnya darah yang berada pada Eppendorf dicampur sampai larut agar tidak lisis.
    Disediakan tabung reaksi ukuran 5 ml sebanyak 4 buah. Kemudian diberi label : RB, STD, SPL, dan SK. Untuk Tabung Reagen Blangko (RB) dan Tabung Serum Standar (STD) disediakan oleh pembimbing. Kami hanya menyediakan Tabung Serum Kontrol (SK) dan Tabung Reagen Sampel (SPL) masing-masing tabung diberi reagen GOD-PAP sebanyak 3000 mL.
    Darah sampel yang berada di Eppendorf disentrifus selama 10 menit dengan sentrifugator pada kecepatan 4000 rpm. Hasil berupa gumpalan darah dibawah dan serum berwarna kekuningan jernih dibagian atas. Serum diambil dengan mikro pipet sebanyak 30 mL dan ditambahkan pada tabung berlabel SPL, kemudian tabung berlabel STD ditambah reagen standar glukosa 30 mL. Tabung didiamkan selama 15 menit, kemudian diukur absorbansinya dengan spektrofotometer pad panjang gelombang 546 nm.
    Hasil pengukuran absorbansi reagen blangko adalah 0,013, reagen standar 0,156, reagen sampel 0,125 dan serum kontrol 0,270, sedangkan kadar serum sampel 78,32 mg/dl, kadar serum kontrol 179,72 mg/dl (seharusnya hasil kadar serum sampel = 30-110 mg/dl).
    Hasil perhitungan kadar serum sampel tersebut jika dibandingkan dengan hasil kadar glukosa sewaktu (< 160 mg/dl) maka dapat disimpulkan bahwa serum Tn. D pada praktikum ini mempunyai kadar glukosa normal sedangkan pada serum kontrol didapat hasil yang tinggi karena dimungkinkan ada kesalahan teknis, pada saat pengambilan reagen; sambungan kuvet tidak rapat (kendor) sehingga ukuran kurang akurat.

 
BAB III
KESIMPULAN

 
  1. Pemeriksaan glukosa darah dapat digunakan untuk menegakan diagnisa penyakit Diabetes Mellitus.
  2. Pengukuran kadar glukosa darah dengan GOD-PAP pada saat praktikum menghasilkan :
    Kadar glukosa serum sampel = 78,32 mg/dl
    Kadar lukosa serum kontrol = 179,72 mg/dl
  3. Hasil pemeriksaan glukosa darah pada saat praktikum adalah 78,32 mg/dl, sedangkan nilai kontrol adalah 75-115 mg/dl. Hal ini menunjukkan bahwa kadar glukosa Tn. D normal.
    Pada glukosa serum kontrol pada saat praktikum adalah 179,72 mg/dl, sedangkan nilai normal serum ditentukan pembimbing antara 30-110 mg/dl kemungkinan kesalahan teknis, pada saat pengambilan reagen; sambungan kuvet tidak rapat (kendor) sehingga ukuran kurang akurat.
  4. Pada intinya kami sudah bisa memeriksa kadar glukosa darah dan mengetahui nilai normalnya
   
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
LAMPIRAN
Pertanyaan :
  • Kenapa pada kadar glucose meningkat tapi test urine negative.
    Jawaban :
  • Karena adanya kerusakan di glomerulus membrane busul tebal sehingga glucose tidak bias tersaring.
  • Sensitivitas alat reagen stik baru dapat mendeteksi positif pada urine ketika kadar glucose telah mencapai 200 mg/dl atau lebih.
2.Cara mendiagnosa awal Diabites Milites selain mamakai pemeriksaan reduksi urine
    Jawaban :
  1. Dengan cara anamnesa yaitu :
@ Adanya 3 P
  • Polidipsy
  • Poliuri
  • Polipagi
            @ Riwayat Keluarga
            @ Riwayat penyakit Pankreatitis
            @ Penurunan Berat Badan

 
  1. Dengan pemeriksaan HbAic dimana pasien Diabites Militus puncak HbAic mewakili 14% Hemoglobin total, pada orang normal HbAic = 5% sampai 9% hemoglobin total

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
DAFTAR PUSTAKA

 
  1. Robert K. Murray dkk. Glukoneogenesis dan Pengotrolan Kadar Glukosa Darah. Biokimia Harper Jakarta : EGC, 2003: 195-204
    1. Arthur C Guyton. Bab Insulin, Glukogen , dan Diabitus Millitus,
    Fisilogi Kedokteran Jakarta. EGC, 1997 : 711 - 723

 

 

Test koneksi menggunakan gratis 1mb per hari dari vendor XL

I don't know why there are so much trouble on xl gprs who said that there is a free 1 megabyte per day on combo packet.

Sigh L …. Sudah menyerah mengusahakan penggunaan 1mb free perharinya dengan hasil akhirnya yang mengecewakan (karena gak bias OL babar Blas)

Why should there are so many lies on telecom vendor? What about Axis, GSM yang Baik? 10 MB per hari? Gratis? Kebetulan ga ada dokat samsek buwat beli perdana axis.. so ..

Sigh

Penipu semuakah.. tanpa tapi?

Akhirnya daku memakai simerah yang benar-benar asli (katanya), walaupun untuk paket data terbaik di antara paket data murah yang lain IM3 dan Three konon termasuk tidak mengecewakan. Tetapi lagi-lagi masalah perdana, perdana IM3ku sudah kupatah-patahkan sampai betul-betul fraktur.. dikarenakan terbakar cemburu.

Walhasil lets try si Merah Simpati dari Telkomsel! wakwakwkakwka

Saturday, April 3, 2010

Silabus SMP bahasa daerah kelas VIII semester I bahasa Jawa


SILABUS

 

Nama Sekolah        : SMP PGRI 2 Somagede
Mata Pelajaran    : Bahasa Jawa    
Kelas/Semester    : VIII/I

 

Standar Kompetensi 1 : Mendengarkan

Silabus Bahasa Daerah kelas IX (Jawa)


SILABUS

 

Nama Sekolah        : SMP PGRI 2 Somagede
Mata Pelajaran    : Bahasa Jawa    
Kelas/Semester    : IX/I

 

Standar Kompetensi 1 : Mendengarkan

Contoh Surat Lamaran EYD Bahasa Indonesia Terbaru


Perihal    : Lamaran Kerja                          Sokaraja, 31 Juli 2009
Lampiran    : 1 berkas

 


 

Yth. Tunggul Sakti
Jl. Majapahit 77
Semarang

 

Dengan hormat,
Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat harian Suara Merdeka, Sabtu, 27 Juni 2009 yang berisi lowongan kerja bidang marketing.
Sesuai dengan jenis pekerjaan tersebut, dengan ini saya beridentitas sebagai berikut :

 

nama            : Efi Lestari
tempat, tanggal lahir        : Banyumas, 22 Januari 1991
pendidikan            : SMA
alamat            : Jalan Melati 24 Kejawar, Banyumas

 

Mengajukan permohonan untuk menjadi karyawan di bidang marketing di perusahaan yang Bapak pimpin.
Sesuai dengan persyaratan yang telah disebutkan, kiranya saya mempunyai kualifikasi yang cukup memadai untuk melakukan pekerjaan tersebut, oleh karena itu bersama ini saya lampirkan beberapa berkas yang menunjukkan kualifikasi saya yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan.

 
  1. fotokopi ijazah SMA
  2. sertifikat computer word dan excel
  3. daftar riwayat hidup / CV
  4. fotokopi kartu kuning
  5. pas foto 4 x 6 2 lembar

 

Atas pertimbangan dan perhatian Bapak terhadap surat lamaran ini, saya sampaikan terima kasih.

 

 


 


 

Hormat saya,

 


 
Efi Lestari

Sponsored Ads